“Sometimes the beauty is easy. Sometimes you don’t have to try at all. Sometimes you can hear the wind blow in a handshake. Sometimes there’s poetry written right on the bathroom wall.”
Ani Difranco
***
Saya bukan tekno-freak atau gadget mania. Punya PDA sebiji dikasih dr my hubby dulu pas kerjaan masih banyak trip, sekarang jarang dipake, paling dipake buat reminder data ultah teman n keluarga, and motret lagak si kecil. Punya HP GSM udah model lama banget, kata hubby sih udah malu-maluin makenya depan umum. He..he..he.. Jauh lebih canggih HP anak saya yang saya kasih susternya pegang. Tapi entah memang buat saya gadget nggak terlalu penting (diluar fungsi utamanya).
Tapi tadi malem mendadak penasaran sama yang namanya bluetooth implant. Itu lho teknologi Digital Tatoo Interface-nya Jim Mielke, yang memenangkan Greener Gadget Design Competition. Lihat di
Wah ternyata nggak cuma KB yang bisa implant (ibu-ibu banget seeh) , bluetooth pun sekarang implant. Kirain bluetooth cuma bisa ditanam di sepatu doang
*bukan iklan*
Kulit manusia bisa difungsikan sebagai layar ponsel, dengan power supply yang yang berasal dari aliran darah vena dan arteri. Kalau nggak mau drop, jangan lupa sarapan, gitu kali pesan salesnya nanti kalau teknologi ini sudah komersil.
Yah, buat yang pelupa lumayan lah, dijamin nih HP kebawa terus dan nggak ada alesan lagi lowbat. Jadi kepikiran nih, anak sekolah boleh pakai nggak ya? gawaaat kalau pada nyontek via digital tatoo ini.