Inspiration


LET ME NOT PRAY TO BE SHELTERED FROM DANGERS, BUT TO BE FEARLESS IN FACING THEM

LET ME NOT BEG FOR THE STILLING OF MY PAIN, BUT FOR THE HEART TO CONQUER IT

LET ME NOT LOOK FOR ALLIES IN LIFE’S BATTLEFIELD, BUT TO OWN MY STRENGTH

LET ME NOT CRAVE IN ANXIOUS FEAR TO BE SAVED, BUT HOPE FOR THE PATIENCE TO WIN MY FREEDOM

GRANT ME THAT I MAY NOT BE A COWARD, FEELING YOUR MERCY IN MY SUCCESS ALONE, BUT LET ME FIND THE GRASP OF YOUR HAND IN MY FAILURE

 

“If I could wish for my life to be perfect, it would be tempting but I would have to decline, for life would no longer teach me anything.”
Allyson Jones

Satu ucapan syukur yang dipanjatkan, jauh lebih indah dibanding do’a yang sempurna (Anonim)

Mungkin karena do’a biasanya berisi pemintaan, sedangkan ucapan syukur adalah ungkapan terima kasih yang tulus kepada Allah SWT.

Saya berusaha mengucap rasa syukur secara verbal, tidak hanya dalam hati saja, meskipun Tuhan Maha Mendengar bisikan hati manusia sekalipun.  Ucapan terima kasih secara verbal denga rinci atas anugerah dan kesempatan dari-Nya, membuat saya merasa selalu dikasihi dan tentram, jauh dari rasa cemas.

Saya memilih menyebutkan rincian apa yang saya terima hari ini dalam syukur kepada Allah, daripada membuat daftar panjang permintaan untuk esok dan seterusnya. Meskipun tersurat dlam Al Quran ”Mintalah pada-Ku. Niscaya aku akan mengabulkannya”

Terima kasih karena anak saya diberi perlindungan selama kami orang tuanya ke luar rumah untuk mencari nafkah dan Ilmu, terima kasih karena hari ini saya masih mampu bekerja mencukupi kebutuhan sendiri tidak meminta-minta kepada orang lain, terima kasih karena pekerjaan kantor lancar, terima kasih karena tadi subuh Ibu saya masih bisa ngobrol dengan anak saya lewat telepon, terima kasih karena suami saya masih suka bercanda dan perhatian pada anak, terima kasih karena saya punya sahabat sehebat Liesye, terima kasih karena sus Yuliana (pengasuh Ichad) sabar dan kuat jagain Ichad, terima kasih karena…. eh, maaf yang ini rahasia :)

Tadi pagi ke Ps. Puri, ke Bank Niaga setor Niaga Mapan bulan ini dan nyari cemilan Jepang untuk si kecil di rumah.  Saya memilih cemilan Jepang ini karena jenis cemilan buat anak dibuat less sweetener, less salt, dan less MSG. Di Ps. Puri harganya lebih murah dibanding di R*nch M*rk*t.  Sebenarnya Ichad lebih suka jajan susu (terutama Cimory - saingan sama emaknya ) yakult, dan donat. Tapi kasihan juga kalau sedang main sama anak tetangga, Ichad hanya bisa ngeliatin mereka ngemil aneka jajanan renyah full MSG dan tinggi garam nan kriukk..kriukk…, sementara anakku itu paling banter megang agar-agar cups, Poki atau bisuit hasil seleksi ibunya. Kejam banget rasanya….he..he..he..

So, krispy snack Jepang jadi andalan (cemilan pertamanya waktu umur 1 tahun adalah wafer Morinaga) , meskipun akhir-akhir ini bude Pung sering mengirimi Ichad aneka jajanan diluar ‘daftar cemilan sehat’ yang saya buat. Kalau papinya sih, memang lumayan ketat ngasih pilihan jajan, tawarannya  ”Ichad mau susu atau Yakult?” atau “Ichad mau donat atau es krim?”, kayaknya lebih kreatif saya deh kalau ngasih pilihan jajanan mana yang boleh dipilih Ichad. Sementara anakku itu paling bahagia kalau dikirimi budenya momogi, cheetos, kacang mayashi, dan keripik pisang :P

Kembali ke Pasar Puri, abis beli cemilan mampir ke Jesslyn,  mau cari celana jeans. Walah, pagi-pagi udah berjubel para Ibu berebut blouse batik yang lagi trend sekarang ini. Boro-boro bisa milih denim, toko kecil itu penuh pembeli. Naksir satu blus batik keren buat dipake ngantor, tapi mau nge-pas, antrian kamar pas mengular. Wah, males deh.. bisa nyampe kantor lewat pkl. 09 dong. Akhirnya mundur dari kompetisi rebutan blus batik cantik.

Mami Susan juga lagi heboh berbatik ria. Minggu lalu beli scarf di Bin house, hari ini pulang dr kantor langsung ke butik mahal dekat RM, mau cari baju batik colr. Purple katanya.

Bangga lho melihat batik populer lagi , jadi inget sama Anisa Pohan dan Dian Sastro yang rajin banget mempopulerkan batik sebagai pakaian perempuan muda nan dinamis. Tapiiiii tadi di Jesslyn saya bingung , kok banyak blus batik berlabel negara Asia non Indonesia? pantesan modelnya up to date, he..he..he..

Awal bulan s.d tangal 8 April kan ada pameran hasil kerajinan khas Yogjakarta di ITC permata hijau. Saya bersuka cita mendapatkan selipan/ganjal pintu  berbentuk kura-kura dari jati asli, dan tempat surat meja yang festive banget. Sempat muterin yang jual batik halus, tapi sepi banget nggak ada yang beli. Lebih rame di tempat pengrajin lampu hias dan mebel.

Kok bisa kontras banget dengan popularitas batik yang sedang naik daun saat ini? Jawabannya ada di cuting dan design-nya. Apa yang diperbutkan di Jesslyn memang bikin saya kepengen beli karena designnya manis, cutingnya modern, embellishment detailsnya up to date, dan jelas bisa dipakai ke acara non formal, bahkan untuk jalan di mal. Sementara yang dipajang di pameran modelnya nggak jauh dari tunik, kemeja formal, blus panjang simple, dan kain/selendang.

Salah satu customer kantor saya adalah G* Ltd di UK. Diluar sportswear order, G* Ltd tiap tahun nggak pernah absen menagih design batik terbaru untuk kami propose ke sana. Mulai dari seleksi raw design diatas kertas, lanjut ke development contoh design di atas kain, salesman sample, sampai produksi untuk celana pantai mereka.  Supplier kita di Solo adalah designer yang sudah faham kebutuhan customer kami ini, jadi mudah untuk kami continue order.

Semoga perajin batik bisa mendapatkan keuntungan dengan populernya batik di kalangan perempuan muda, dengan lekas memenuhi kebutuhan design yang Ok.

Ini salah satu email yg inspiratif yg saya terima minggu lalu.

===

Tenzing Norgay?…..apaan sih…..atau…siapa sih…. (fotonya
yang sebelah kanan)
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita
akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut
berasal?…..

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga
belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya
kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya
atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau
sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang
pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi
dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund
Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai
pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung
Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya
Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam
11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil
menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028
kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang
kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki
berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu
tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang
berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal
mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam
inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa
di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan
gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat
itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di
seluruh dunia.

Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang
sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan
mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal
ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai
Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama
yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund
Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali
dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut
mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang
mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan
puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary,
tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda
yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount
Everest?

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah
mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk
menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang
berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia….

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???

Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian
saya…..impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan
dia meraih IMPIAN nya
.

Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama
Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan
keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir
Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai
& mewujudkan IMPIAN nya.

Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara
pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita
sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus,
penghargaan, insentif dan sebagainya. Sebagai renungan “Bisakah
kita menjadi seperti Tenzing Norgay?” …..sebenarnya bukan Bisa
atau Tidak…tapi MAU atau TIDAK!

ps. konon foto diatas adalah foto satu-satunya yang diambil oleh
sang reporter.