Investment


An education isn’t how much you have committed to memory, or even how much you know. It’s being able to differentiate between what you do know and what you don’t. Anatole France (1844-1924)

 

***

Materi dari WATR tanggal 09 Agustus 2008 ini, saya tulis terutama untuk teman-teman di grup belajar yang belum mendapat kesempatan untuk hadir pada sesi WATR lalu, terutama Lim Hoat (yang sudah ngedumel sepenuh hati karena merasa dianaktirikan di jadwal WATR), dan Cella yang mulai nagih. Sorry ya, telat nulisnya.

 

Kali ini Al membuka kelas dengan memberikan panduan mengenai cara mendownload data dari situs bapepam dan mengubahnya menjadi txt file untuk data feed metastock. Baru masuk ke topic bahasan Market Info, Transaksi Repo, Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling.

 

1. MARKET INFO

Market info terminal adalah sejenis window software dimana kita bisa melihat bid/offer secara streaming/realtime, baik dari pasar modal maupun komoditi. Semua pihak memiliki akses yang sama terhadap data yang tersaji, perbedaan jeda waktu hanya tergantung dari kecepatan koneksi internet dari masing-masing pihak yang memantau.

 

Di Indonesia, market info disediakan oleh broker dan oleh beberapa provider independen.

 

Contoh broker yang menyediakan layanan market info diantaranya SP (Sarijaya gitu loh), HOTS, Samuel dan Phillips online. Contoh perusahaan independen: RTI, Stockwatch, IMQ.

 

Market information data feed:

 

 

BEI data feed server

Broker

Provider

 

Muncul pertanyaan mengapa provider bisa hidup, sementara akses ke data BEI terbuka. Jawabannya adalah karena pihak provider mampu  menyajikan data yang diolah secara sophisticated, bahkan para broker pun memerlukan data yang disajikan dengan sophisticated ini.

 

Tujuan dasar disediakannya Market Info adalah untuk memantau proses-proses berikut:

-         Order entry (atau order list)

-         Bid & Offer

-         Order match (order done)

 

Yang juga bisa ditampilkan di market info: total index, value, volume, detail board & market type. Setiap market info dapat menyajikan variety dari sudut pandang yang berbeda.

 

 

Menengok ke belakang, sebelum diaplikasikan JATS (Jakarta Auto Trading System) di bursa efek , jalur suatu transaksi perdagangan lumayan panjang dan membuka peluang terjadinya kecurangan oleh pelaku pasar.

 

Jalur lama sebelum memakai JATS :

Investor → sales →dealer→floor traderstock market systemfloor traderdealersalesbaru balik lagi ke investor.

Peran dealer di jalur lama ini untuk memeriksa data sebelum menyampaikan order ke floor trader, termasuk data kecukupan dana di akun investor.

 

Jalur setelah diterapkannya JATS di bursa efek:

Investor → sales →dealersalesdealer→JATS→balik ke investor untuk order yang done

 

Pertanyaannya mengapa saat ini masih terlihat floor trader di bursa, jika perannya sudah tak ada. Menurut Al, karena banyak pengunjung (publik) yang tidak percaya bahwa bursa itu market beneran kalau tidak dipenuhi floor trader yang bersibuk ria di lantai bursa. Aneh tapi nyata, tapi katanya karena itulah mereka dipertahankan; untuk meramaikan fisik bursa.

 

Dalam On Line Trading (OLT) system, ada dua cara yang saat ini dipakai:

  1. OLT by user

Jalurnya: Investor investor databaseJATSinvestor database→ balik ke investor

  1. OLT by dealer

Jalurnya: Investor →dealer→investor database→JATS→investor database →dealer→balik ke investor

Peran dealer pada jalur OLT ini hanya membantu dalam menginput order saja.

 

Menurut Al, pelopor OLT di bursa kita adalah e-samuel, diikuti oleh Sarijaya dengan SPonline-nya, kemudian di posisi ketiga adalah e-trading dengan HOTS-nya.

 

Sebelum ada JATS, beberapa hal berikut bisa terjadi:

-         Dealer dan sales bisa memainkan sekian poin harga bid/offer untuk keuntungan sendiri (dikorupsi) dari hak investor.

-         Terjadi kesalahan dalam menginput instruksi transaksi (pure human error-bukan disengaja untuk merugikan investor). Misal,investor memberi instruksi buy tetapi yang , tapi terinput sell. Sekarang ini pada system OLT by user, maka resiko kesalahan input ini beralih pada pihak investor sendiri.

 

Catatan:

Mengenai adanya broker yang mengumbar automatic stop-loss, Al mengingatkan bahwa di bursa luar negeri memang ada fasilitas ini, tetapi peraturan di Indonesia saat ini masih melarang ‘titipan order’. Bapepam mengharuskan semua transaksi langsung diteruskan ke bursa untuk dieksekusi; tidak boleh ditahan dulu oleh broker untuk menunggu sampai ke target harga bid/offer tertentu.

 

Kembali ke tujuan dasar disediakannya Market Info, untuk memantau proses-proses Order entry (atau order list),Bid & Offer dan Order match, berikut rinciannya.

Order  entry

Berdasarkan UU, order entry disusun berdasarkan prioritas harga dan waktu.

Contoh sederhana instruksi buy yang akan disusun menjadi bid.

time

instruction

qtty (lot)

Price (Rp)

09.31.00

buy

500 lot

21,500

09.31.50

buy

600 lot

21,500

09.32.00

buy

50 lot

21,650

09.33.00

buy

60 lot

21,650

09.34.00

buy

100 lot

21,700

 

Order entry disusun dalam Bid/Offer sbb (contoh offer anggap saja datanya sudah jadi seperti ini):

BID

Prioritas dari segi harga

OFFER

Prioritas dari segi harga

100

21,700

21,750

100

110

21,650

21,800

500

1100

21,500

21,850

50

 

 

 

 

 

Perhatikan:

Untuk done order bid yang berjumlah 110 lot, yang akan tereksekusi lebih dahulu dari 110 lot ini adalah bid quantity 50 lot – berdasarkan prioritas waktu (antrian pkl 09.32.00), baru yang 60 lot (antrian pkl 09.33.00).

 

 

Yang harus diingat adalah, terlalu naif menganggap market info bisa digunakan untuk melihat arah pergerakan market, karena market maker (baca:bandar) memasang jebakan di sini. Investor harus dapat membaca apakah terjadi akumulasi atau distribusi oleh market maker, supaya tidak terjebak.

 

Accumulation & Distribution

*Pada tahap akumulasi, market maker akan tetap bertransaksi jual/beli, tetapi (dari total qtty) akan lebih banyak membeli dibanding menjual saham yang sama.

*Sebaliknya pada tahap distribusi, market maker akan menjual(total qtty) lebih banyak dibanding membeli saham yang sama.

 

Pada dua prosedur akumulasi dan distribusi itu, market maker akan selalu maintain proporsi antara cashflow (=cash reserve) dengan stock (=inventory).

Kepiawaian dalam menjaga proporsi cashflow dengan investory inilah yang membedakan mana market maker yang lebih pintar.

Bahkan market maker sekuritas A dapat menjatuhkan posisi market maker sekuritas B dengan memaksa sekuritas B melakukan cut loss atas saham tertentu, jika si sekuritas A ini mengetahui kelemahan posisi daripada MKBD sekuritas B.

MKBD merupakan kependekan dari Modal Kerja Bersih yang Disesuaikan, yaitu jaminan yang memastikan ketersediaan uang transaksi untuk transfer pada T+3, dimana seluruh transaksi buy dan sell dari sekuritas plus nasabahnya akan mengurangi ketersediaan angka MKBD tersebut.

 

Bagaimana cara mengetahui apakah market maker sebenarnya melakukan distribusi atau akumulasi? Salah satu cara paling simple adalah dengan menghitung dan membandingkan 5 top net seller dan 5 top net buyer dari saham tertentu pada setiap closing. Caranya, ambilah data 5 top buyer dan 5 top seller yang datanya diketahui segera setelah market ditutup pada hari bursa.

Kemudian analisa buy dan sell dari setiap nama yang berada di 5 besar tersebut. Jika misalnya market maker A berada di posisi satu  dari 5 top buyer dengan membeli 5000 lot saham X, tetapi  namanya juga muncul di posisi tiga dari 5 top seller hari itu dengan  melakukan transaksi sell sebanyak 7500 lot saham X; artinya market maker A ini melakukan net selling sebanyak 2500 lot saham X.

 

Juga hati-hati karena market maker tentu akan memecah jumlah lot yang ditransaksikan untuk menyamarkan prosedur akumulasi maupun distribusi itu.

 

Lebih jauh lagi, market maker A juga sangat mungkin bekerjasama dengan market maker B, untuk menjebak investor retail. Market maker sekuritas A dapat dengan mudah memindahkan saham ke sekuitas C dalam waktu 2 jam saja melalui mekanisme legal tertentu. Jadi, pesan Al, jangan terjebak dengan nama sekuritas yang bertransaksi. Tetaplah lihat nett selling/buying untuk membaca distribusi dan akumulasi. Bahkan proses akumulasi dan distribusi ini tidak hanya terjadi dalam satu hari, butuh pemantauan selama beberapa hari.

 

Market maker dapat melakukan distribusi, sementara harga saham tetap atau naik. Perlu dicatat bahwa yang dilakukan market maker adalah mengambil harga rata-rata. Kalau investor dapat mencari momentum dimana harga saham tetap atau naik, tetapi jumlahnya berkurang , bisa diartikan investor tersebut menemukan market maker sedang melakukan distribusi.

 

II. REPO; REPURCHASE CONTRACT

Repo adalah suatu bentuk kontrak pinjaman jangka pendek untuk menambah kapital/modal atau untuk memenuhi kebutuhan likuiditas/pinjaman dengan janji untuk membeli kembali jaminannya/kolateralnya.

 

Ciri-ciri Repo: (tubi kontinu kalau udah sempat,hehe)

 “A bank is a place where they lend you an umbrella in fair weather and ask for it back when it begins to rain” (Robert Frost)

 

Sabtu, 12 Juli lalu, materi kupas emiten di WATR sesuai jadwal yang ditentukan pak Al adalah BMRI. Peserta yang hadir hanya 36 orang. Teman-temanku banyak yg tidak datang, tapi mas Pudjo datang, jadi kita duduk sebelahan sambil diskusi tentang BUMI yang menukik ke 6700-an dan prx target masing-masing.

 

Pendahuluan dari Al sekali lagi menekankan tentang pentingnya memahami suatu

emiten yang yang kita pilih untuk berinvestasi. Pak Al mengingatkan bahwa bullish period seperti yang terjadi di IDX kurun thn 2003-2007 -dan disebut sebagai The super boom bull cycle, mungkin tidak akan terjadi lagi dalam waktu dekat. Menurut histori bursa dunia, bull seperti itu hanya terjadi satu kali dalam periode 15-20 tahun. Tentu saja semua yg berinvestasi dalam periode bull bisa untung (dan semua analis bisa mengaku jadi dewa bursa) karena indeks market naik terus. Kenyataan bahwa market sesungguhnya jauh lebih banyak dalam kondisi sideways dibanding bullish, membuat  kemampuan stock pick menjadi penting untuk dimiliki.

 

Seorang member di milis BEI pernah menulis “Dalam kondisi pasang naik, semua kapal akan terangkat, baik kapal kecil maupun kapal besar, kecuali kapal yang bocor”

Nah, kalau dalam bull period saja ada saham yang tidak layak pilih, apalagi dalam sideways dan bear period.

 

Sesuai tujuan Al sharing dalam kupas emiten “Bagaimana memahami suatu emiten dan bagaimana cara trading emiten tersebut”, seperti biasa kita melakukan pendekatan valuasi dari data reliable yang dapat diperoleh investor retail yaitu dari Laporan Keuangan emiten yang ada di website resmi BEI.

 

Ada kejutan dari Al hari itu. Al menantang member WATR yang hadir (36 orang) untuk mengerjakan valuasi BMRI sebagai peer, dikumpulkan melalui email. Dan bagi yang mengerjakan peer, Al menyediakan reward berupa uang tunai sebesar Rp.3,600.000 (dasar hitungan seratus ribu rupiah dikali 36 member yg hadir) untuk dibagi kepada yang mampu mengerjakan dan menyerahkan peer ini. Alasan Al, supaya kita para muridnya benar-benar mau membaca dan mempelajari valuasi emiten. Memang pada kelas valuasi ASII yang lalu, Pak Al sepenuhnya menyiapkan materinya. Jadi, kali ini Al merasa harus menantang kami untuk ngubek data sendiri.

 

Wajah-wajah jiper bin cemas segera memenuhi ruangan, semula Al cuek dan meneruskan materi pembuka dalam bentuk diskusi, yaitu mengenali bisnis model BMRI. Setelah hampir setengah jam diskusi mengenai layanan bank dan profit/fee serta resiko dari setiap jenis layanan, mungkin Pak Al nggak tega melihat wajah-wajah masih tertekan karena beban peer, akhirnya Pak Al mencabut peer yang diberikan. Rona lega dan senyum bertebaran lagi di wajah para member. He..he..he…pemalas semua!

 

So, ini yg sempat saya catat.

 

Rekap diskusi model bisnis BMRI:

-         menyimpan uang (tabungan, giro , deposito)- ada profit

-         memberi pinjaman (KPR; kredit konsumsi – mobil, multiguna, credit card; kredit korporasi; kredit UMKM) – ada income dr profit, ada resiko macet/gagal bayar

-         outlet mata uang asing – ada resiko kurs

-         outlet reksadana (produk rd milik Mandiri investment management sendiri, milik MI lain, maupun rd off shore/asing) – ada income dari fee

-         safe deposit box – ada income

-         jasa remittance (pengiriman uang rupiah dan mata uang asing)- ada resiko selisih kurs dr mata uang asing

-         guarantee note (L/C mata uang rupiah dan mata uang asing)

-         outlet pembayaran billing (utility-telpon,listrik; pajak; leasing) – ada income

-         atm (nasabah sendiri, kartu atm bank lain) – ada fee dari pengguna bank lain/atm bersama

Sebenarnya ada satu jasa lagi yang muncul dalam diskusi, yaitu jasa ‘wealth management’, tetapi digugurkan dengan asumsi bentuk jasa tersebut di bank mandiri masih mendompleng reksadana, dan menurut Al tidak sesuai kualifikasi wealth management sebenarnya seperti yang dilaksanakan oleh institusi semacan J.P Morgan, dsj.

 

Dari sini mulai masuk ke pembahasan mengenai laporan keuangan.

Laporan keuangan ada yang LK tahunan, dan ada LK yang per quarter. Laporan keuangan tahunan ada yang statusnya sudah diaudit dan ada yang belum diaudit. Laporan keuangan per quarter, misalnya sbb:

 

-LK Jan s.d Maret 2008, disebut 1Q08

Balance tahun 2008 dimulai dengan 0 (nol), saldo akhir adalah ending balance th 2007. Didalam 1Q08, ada ending balance 2007, ditambah mutasi-mutasi yang terjadi selama Jan-Mar 2008.

 

    -LK April s.d Juni 2008, disebut 2Q08

Di dalam 2Q08, ada ending balance 1Q08, ditambah mutasi-mutasi selama April-Jun 08.

 

  -LK Juli s.d Sept 2008, disebut 3Q08

Didalam 3Q08, ada ending balance 2Q08, ditambah mutasi-mutasi yang terjadi selama Juli-Sept 08.

                                                                                                                

 -Sedangkan, LK Okt s.d Dec 2008, disebut Annual Report 08.

 

Menurut Al, laporan keuangan Bank Mandiri 1Q08 memang relevansinya kurang untuk dianalisa di bulan Juli ini, namun karena 2Q08 belum keluar, 1Q08 tetap dipakai karena merupakan sumber analisa fundamental yang reliable (reliable dalam arti merupakan laporan keuangan yang resmi).

 

Dimulai dari daftar isi yg berisi Neraca konsolidasian, Laporan rugi laba konsolidasian, Laporan arus kas konsolidasian, dll. Pak Al menyarankan untuk selalu memulai analisa dari ‘Catatan-catatan’.

 

Mengetahui laporan keuangan ini terdiri dari lebih seratus empat  puluh halaman, seorang peserta mulai mengeluh. “Kalau tidak mau mempelajari laporan keuangan, jangan jadi investor” kata Al tegas.

 

Maka, dengan segala ketabahan para peserta mengikuti kupasan Al, yg meskipun sudah memilih halaman-halaman terpenting saja tetap saja bikin mata pegal. Pada bagian tertentu, Al menjelaskan pengertian dari kalimat yang tersurat di situ, atau menekankan mana poin yang harus dicermati dan mana yang boleh diabaikan. Sampai halaman 95, kami sudah mulai keteteran. Untung segera dibreak Al dgn lunch dan sesi kedua sudah lebih membahas rasio-rasio.

 

Pada intinya, gaya valuasi Al terhadap lap keu BMRI berbeda dengan gaya valuasi terhadap lapkeu ASII. Jika pada ASII, Al memakai Enterprising Value dengan mengupas ASII sbg suatu holding company dimana sales, growth, EV, prospek , serta asumsi penurunan profit dari setiap  anak perusahaan ASII menjadi bahasan utama, pada pendekatan BMRI Pak Al menekankan kami untuk mengerti mengenai surat-surat berharga yang menjadi asset BMRI serta bagaimana surat-surat berharga tersebut ditransaksikan, dan yang terpenting apa pengaruh transaksi surat berharga tadi terhadap pergerakan harga BMRI. Misalnya pengaruh penerbitan SUN dan Surat Obligasi oleh pemerintah, penurunan harga SUN di market sekunder, maupun transaksi REPO di antara lembaga keuangan.

 

Selain surat berharga, pihak mana yang menjadi penerima kredit BMRI juga dikupas.  Jika Bank Niaga , porsi kredit terbesarnya adalah KPR, maka Bank Mandiri porsi kredit terbesarnya adalah kredit korporasi yang mencapai 47% dari total kredit. Artinya, jika terjadi penurunan disektor industri, maka pengembalian pinjaman kalangan industri terhadap Bank Mandiri ini akan terganggu, dan tentu berpengaruh thp kinerja BMRI. Selain kredit korporasi, juga ada kredit yang diberikan kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan BMRI, dalam hal ini adalah MenKeu (BMRI tidak berada di bawah BUMN, tetapi dibawah Menkeu).

 

Kemudian diringgung juga mengenai MSOP (saham yg diberikan kepada karyawan), dan hutang-piutang, dan sumber pinjaman yang diterima.

Pemberian MSOP akan memperbanyak jumlah lembar saham yg beredar – berpengaruh thp semakin besarnya nilai pembagi dalam menghitung EPS. Kalau hutang dasar analisanya adalah hutang jangka panjang akan selalu memberikan beban bunga yang lebih besar daripada hutang-hutang jangka pendek (ingat, pada hutang jangka panjang, ada resiko yg harus dikompensasi).

 

Menurut Pak Al, mencari fair value emiten bank lebih sulit dibanding emiten lain karena kompleksnya asset (semisal agunan) yang harus dideterminasi. Kalau pada valuasi ASII tanggal 14 Juni lalu, Al menggunakan rasio EV/EBITDA, kali ini kami hanya diajak membandingkan BV(book value) dan P/BV (price per book value). Kata Al, kurang pas memakai EV/EBITDA karena cashflow bank adalah cashflow pihak lain.

 

Untuk membandingkan BMRI dengan emiten yang setara, dilihat  P/BV dari BMRI, BBCA, dan BBRI (dimana saat ini market cap BMRI = 58, BBCA= 68, dan BBRI=67)

Berdasarkan closing prx terakhir, penutupan market per hari Jumat -11 Juli 08, diperoleh P/BV BMRI = 1,95X ; P/BV BBCA=3,24X, dan P/BV BBRI = 3,27X. Terlihat P/BV BMRI paling kecil diantara ketiganya.

 

Al juga mengajak kami membandingkan P/BV dari BMRI tahun 2007 dan tahun berjalan 2008, dan membuka chart BMRI.

 

Dari annual Oct-Dec ’07, diketahui BV BMRI = 1409,37

Harga closing tertinggi di periode Jan-Dec 07 , ada di 5 Feb 07 = 3450 , P/BVnya = 2,44X

Harga closing terendah di periode Jan-Dec 07, ada di 22 Jan 07 =2625, P/BVnya 1,86X

 

Sedangkan dari tahun berjalan 2008, data BV  terakhir diambil dari 1Q08, yaitu 1462 (angka BV ini diperoleh dari jumlah equity  per March 08 dibagi jumlah saham yang beredar per march 08).

Harga closing tertinggi di periode Jan- 11 July 08 , ada di 2 April 08 = 1150 , P/BVnya = 2,15X

Harga closing terendah di periode Jan-11 July 08, ada di 30 Jun 08 =2600, P/BVnya 1,8X

 

Dari sini Al menyarankan cara trading untuk BMRI, buy jika P/BV BMRI ada di angka 1,8X s.d 1,86X, dan sell kalau angka P/BV BMRI sudah mendekati P/BV 2,15X.

 

—000—

 

Duh, nggak janji deh kalau benar-benar mesti dikerjakan sbg peer. Jangankan saya yang buta ilmu ekonomi dan akuntansi, beberapa rekan yang kuliahnya ekonomi aja jiper ditantangin peer sama Al.

 

Tanggal 2 Aug nanti rencananya Al mau ajarin pendekatan saham Jasamarga-secara FA tentunya. Hmm, sayang saya bakal nggak bisa ikutan.

 

Untuk lewat tanggal 2 Aug, kami beramai-ramai usul nama emiten untuk dibahas. Woo, langsung deh pada keluar maruknya, ngasih daftar sebanyak mungkin untuk disusun pak Al.

 

   

Destiny is not a matter of chance; it is a matter of choice. It is not something to be waited for; but rather something to be achieved.
By W.J. Bryan

***

Sale barang branded!, Jakarta great sale 2008!, sale..sale..! ; begitu postingan teman-teman di milis BEI pada tanggal 3 Juli kemarin.  Tentu saja saya ikut belanja juga biarpun sedikit, BUMI come to mama….

Seharian itu sms dan email padat pertukaran info, pada belanja apa di harga berapa, berikut penyesalan dari beberapa yang lagi nggak siap modal belanja.  Money Management dan pertimbangan harakiri (cut lost) simpanan saham yg kurang aktif, ikutan jadi topik hangat. Tapi rata-rata sudah pada pintar dan memilih belanja untuk average down, atau bertahan di pinggir pasar nonton yg belanja (sambil menelan ludah) daripada berharakiri.

Hari ini masih rame diskon barang branded di bursa, dan tadi selepas office hour teman-teman pada ngumpul di Pacific Place untuk ngopi bareng sembari saling membesarkan hati tentunya. Lantaran masih disetrap kerjaan kantor, saya cuma bisa pantau by phone saja sama Novi , sist Cella, dan Pak RH. Mas Mul sama Pak Bambang katanya jadi ikutan ngopi-ngopi juga. Saya, ko Lim, Pak Jusran, dan Pak Wahjudi nggak bisa ikutan.  Aji sih baru balik  dinas dari YK (dinas sekalian kangen2an sama bos besar PortalReksadana), lagi tepar kecapean ‘kali secara belum lama baru balik hunting dr Padang juga.

Tinggal tunggu gelombang naik , mudah-mudahan minggu depan sudah bisa potong padi. Jaman susah begini, nggak bisa lama-lama nyimpan barang.

Btw, saya belum kerjain juga peer trading plan dari Pak Santo, sudah hampir 2 minggu nih, jadi nggak enak sama beliau. Janji pak, akan saya kerjakan .

Nothing in the world can take the place of Persistence.    

Talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent.

Genius will not; unrewarded genius is almost a proverb.

Education will not; the world is full of educated derelicts.

Persistence and determination alone are omnipotent. 

 

Calvin Coolidge (1872 – 1933)

             ***

Saya percaya, kegigihan dan ketekunan adalah dua hal yang selalu terbayar dengan hasil positif.

Kamis malam, 19 Juni lalu, di Kick Andy muncul tim KPA3 dari SMU 3 Bandung yang sukses meraih penghargaan di Eropa melalui performance musik Angklung. Langsung teringat buku 40 days in Europe yang disebut-sebut Ari di blognya. Tim yang luar biasa gigih, sampai meninggalkan hutang dinegeri orang karena kekurangan dana, padahal sukses menyabet award dan performed di festival-festival musik beberapa kota di Eropa.  Untunglah tim berikutnya yang akan berangkat ke Italia dan Yunani sudah mulai mendapat dukungan dana dari salah satu pengusaha besar nasional. Semoga sukses,ya.

Ketekunan dari seorang sepuh bernama Pak Hermanus, juga memotivasi saya untuk ikut tekun belajar mengenai stock trading. Beliau dengan tenang mendengarkan materi apapun yang disampaikan pembicara, bahkan hal basic yang diulang-ulang dalam setiap pertemuan di klub. Tidak pernah terdengar keluhannya mengenai pembicara yang kurang memuaskan atau materi yang basi.

Bulan Mei & Juni ini saya nggak lihat beliau di pertemuan. Entah duduk dibelakang atau tidak datang karena berhalangan hadir, semoga sehat-sehat saja ya Pak. Saya kehilangan nih. Beliau bukan orang yang mengajari saya langsung, bukan termasuk tim diskusi saya. Tapi kehadiran beliau dengan ketenangannya, seolah selalu mengingatkan saya untuk rajin menghadiri pertemuan di klub, malu kalau kita yang masih muda malas mencari ilmu.

Kalimatnya “Makin belajar, makin bego” tidak bisa saya lupakan. Ungkapan sederhana yang menunjukkan kerendahan hati, pengakuan atas betapa kita dilarang merasa pintar di market. Kalau kata Al, ketika kalian merasa pintar, saya jamin saat itu kalian akan jadi loser.

Kalau lagi baca forum2 diskusi saham/investasi, dan membaca postingan yang arogan, saya kasihan campur sebal. Orang2 pintar di dunia investasi yang saya kenal adalah orang yang sangat  berhati2 dan rendah hati dalam berbicara. Mereka sangat percaya diri, tapi tidak arogan. Karena mereka tahu satu hal “emangnya market loe yang punya”, begitu deh kalau istilah kasarnya.

Satu lagi, mereka juga para guru yang tidak bosan membagi ilmunya, karena mereka mengerti betul bahwa market butuh banyak pemain baru yang cukup pengetahuannya, justru supaya market ini terus hidup, jangan masuk langsung KO.

Semoga saya bisa memiliki ketekunan dan kegigihan dari dua contoh di atas.

“No wealth like Knowledge, and no poverty like ignorance”

Ali bin Abu Thalib, 5th Caliph of Arab

***

Rencana hari ini sebenarnya pengen ke World Book Day Indonesia di Museum Bank Mandiri – Jakarta Kota. Udah nyiapin buku Edensor, Sang Pemimpi, dan Laskar Pelangi, yah siapa tahu dapat kesempatan buat ditandatangani Andrea “Ikal” Hirata.
Apalagi menurut jadwal Andy F. Noya juga bakal hadir tanggal 26 April ini, niat makin kuat mau datang ke sana. Apa daya badan ambruk, kena flu agak berat nih, ketularan Ichad my ‘lil prince. Padahal sudah jaga badan dengan extra ester C, dan Calcium-nya Sandoz. Kecapean juga sih, pulang malem terus dr kantor.

So ngisi waktu dengan iseng-iseng ikutan bisnis e-booknya Haryo ; dan masih punya waktu nulis peer. Iya, peer yang sudah lama terlantar, a request from my classmate belajar lika-liku investasi paper asset, Mas Aji Monoarfa: Laporan dari gathering BEI Investor tanggal 15 Maret 2008 lalu. Hi..hi.. nggak enak juga, sementara dia sudah nulis laporan yang bulan April di blog

Ok, bro here please find the recap, enjoy it :)

Market update & Investment Strategy 2008

MAKRO EKONOMI INDONESIA 2008
Yang pertama harus kita pelajari adalah Makro ekonomi Indonesia 2008, selain makro ekonomi regional dan global yang mungkin berkontribusi ke market Indonesia. Kondisi makro bisa diibaratkan payung, seolah-olah kita melihat situasi ekonomi dari sisi atas, bagaimana inflasinya, mata uangnya, dll (kalau mikro lebih ke regulasi per sektor real)

Kalau misalnya kondisi makro ekonomi Indonesia terlihat positif, baru kita tinjau apakah regional juga positif, dan baru kita lihat lagi apakah ekonomi global juga positif.

Dalam makro , ada 4 pilar-pilar perekonomian :
1. Inflasi
2. SBI rate
3. Mata uang/currency
4. GDP

1. Mulai dengan pembahasan pilar no satu, yaitu Inflasi.
Inflasi Indo th. 2006 : 6.60%, th. 2007 = 6,58%, 2008 ytd as of 29 Feb 08 sudah mencapai 2,44%. Sudah terlihat tinggi, padahal masing banyak event tahunan yang dipastikan akan mengangkat inflasi seperti event tahun ajaran baru sekolah setiap bulan July, event hari Raya Lebaran, hari Raya Natal dan tahun baru. Sudah terlihat bahwa inflasi cenderung > 6,5 dan mengarah ke 7. Atau core inflation >10%. Core inflation adalah inflasi dasar diluar makanan, dll.

2. SBI rate
Pada pertengahan Maret, ketika Lilis bicara di gathering, Suku bunga BI =8%, dan diperkirakan akan berada di kisaran 8-8,5% untuk menekan inflasi. (Mungkin akan ditahan di angka 8 sampai bulan Mei, sehubungan dengan adanya pemilihan gubernur BI).
Mari kita pelajari korelasi suku bunga BI dengan PU/Pasar Uang (deposito dan obligasi ang jatuh temponya,1 thaun), serta suku bunga BI dengan PO/Pasar Obligasi (SUN dan obligasi yang jatuh tempo>1 th).

PU bergerak mengikuti suku bunga, sementara PO bergerak melawan suku bunga. Jika suku bunga turun, harga obligasi akan naik.
(Contoh, pada masa keemasan obligasi di Indonesia th 2006, ketika suku bunga Bank turun dari 12% menjadi 9%, harga obligasi saat itu naik sampai dengan 26%).

Untuk tahun 2008, forecast PU cenderung flat. Tetapi perlu dicatat, ada fungsi PU yang tidak bisa digantikan oleh obligasi, yaitu likuiditasnya. Sehingga PU unggul untuk penyimpanan short term (istilah Lilis :uang parkir).
Sedangkan kelebihan dari PO adalah memiliki sifat Inflation Hedging. Return dari PO menyamai inflasi, atau 1-2% diatas inflasi. Cocok untuk penyimpanan kebutuhan medium term.
Sifat inflation hedging ini berlaku pada kondisi normal, dimana pergerakan inflasi di kisaran 1 s.d 2% saja.

*Jika suku bunga turun, maka harga obligasi naik, sementara Yield obligasi turun, inilah waktu yang tepat bagi investor untuk menjual obligasi ke 2nd market. (Yield = harga obligasi+coupon).
*Jika suku bunga naik, maka harga obligasi turun, sementara Yield-nya naik, maka investor disarankan untuk memegang obligasi tsb sampai jatuh tempo. Jangan sampai jual rugi.
* Jika suku bunga stabil, harga obligasi stabil juga, investor hanya berharap keuntungan dari coupon, karena tidak bisa mengambil profit dari kenaikan harga obligasi.

Lilis sangat menekankan kepada investor untuk benar-benar mengenali, jenis investasi yang dibuthkan sesuai karakter masing-masing. Jangan asal main hajar, invest di high risk (baca saham). Jadi perlu mengenali juga kebutuhan jenis investasi di PU, PO, maupun di RDPT. Karena meskipun berada di negara dengan fundamental ekonomi yang sama, profil tiap investor adalah unik.
Single vs Married
Married vs Divorced
Healty vs Ill
Employed vs Unemployed
Hired vs Retired
With children vs Childless
Male vs Female
Seasoned vs Noviced

Bahkan kebutuhan jenis investasi berubah-ubah seiring perubahan kondisi seseorang, jadi potfolio investasi juga perlu dirubah supaya sesuai dengan kebutuhan, dan terlebih supaya investor tidak terjangkit Insomnia effect. Jangan sampai nggak bisa tidur gara-gara mikirin bursa turun/naik. Kenali risk tolerance masing-masing, meskipun kita masih mudah dan sehat.

3. Currency
Kisaran rupiah 2008 ada di 9000-an.
Kisaran lebar : 8,5 -9,5
Kisaran sempit: 8,9 – 9,3
Target stabilitas perekonomian Indonesia sendiri adalah IDR 9040.

Mata uang ini harus dijaga supaya jangan terlalu lemah dan juga jangan terlalu kuat. Kalau jangan terlalu lemah, sudah jelas alasannya karena akan memukul Industri; Industri yang high cost -> harga-harga mahal _> Inflasi naik tinggi.
Sedangkan mata uang dijaga jangan terlalu kuat supaya jangan sampai barang import membanjir masuk, dan juga untuk mencegah arus inflow fund besar-besaran dari luar.

4. GDP
GDP Indonesia 2008 , diperkirakan di angka 6,0 s.d 6,3%
Seharusnya relatif stabil di 2008.

Dari ke empat pilar makro diatas, secara fundamental makro Indonesia seharusnya masih Ok. emang return investasi di IHSG sudah tidak bullish lagi, tetapi juga belum bearish.
Catatan: asumsi Bull return > 30-40%, asumsi Bear return <30-40%

FAKTOR REGIONAL & GLOBAL

Sebenarnya imbas kondisi perekonomian USA lebih berpengaruh langsung ke market Taiwan, dibanding ke market Indonesia.
Tetapi beberapa tahun ini dana asing masuk besar-besaran ke masrket saham Asia, termasuk Indonesia. Jadi ketika terjadi krisis karena subrime motrgage di USA, hedge fund asing yang merugi karena subprime membutuhkan likuiditas dan menarik dana mereka dari market Asia, sehingga market saham Asia drop besar. Koreksi di IHSG sendiri (yg diakibatkan oleh krisis subprime mortgage itu) angkanya masih lebih kecil dibanding koreksi yang terjadi di bursa Malaysia, India, dan Pakistan.

Masih banyak yang dijelaskan Lilis setiadi mengenai detail kasus subrime mortgage di USA, efek subprime tsb ke Europe market (tepatnya ke rich Europe countries bukan ke emerging Europe), Ke Asia ex Japan, dan juga mengenai Stagfation serta Decoupling Asia, dan apa saja fear factor yang harus diperhatikan para investor baik yang terjadi di domestik maupun regional/global.
Lilis juga membahas mengenai Index dan faktor pembentuknya (Fundamental +TA). Tapi udah malem nih, Ji..udahan dulu ah laporannya.

Yang jelas saya ingat adalah hari itu para peserta gathering sangat puas dengan materi dan cara Teh Lilis Setiadi menyamapaikan materi. Saya juga suka dengan potongan rambut Teh Lilis yang asimetris, so pretty Teh Lilis, dan kecerdasan berorasi. Yang juga jempol adalah kesediaan Teh Lilis Setiadi ditahan para peserta yang tidak ada puasnya bertanya, sampai gathering waktunya molor dan Teteh cute itu ‘diamankan’ oleh Alex.

Saya sendiri sempat menyampaikan kesan saya “B’ Lilis, nggak nyangka ternyata anda lebih memukau dari Pak Michael”.
Padahal Pak Michael sendiri sudah sangat menarik dibanding pembicara lain yang pernah diundang di gathering BEI investor club (kasus yang sama: ditahan oleh peserta, hampir nggak bisa pulang meladeni pertanyaan peserta, he..he..).

Dua jempol untuk para pentolan SIMI!
Jadi nggak sabar untuk mmenantikan Lilis Setiadi bicara di gathering WATR, tanggal 10 Mei nanti. Nah, giliran Aji yang bikin laporan nanti.

<a href=”GrowUrl.com - growing your website “>

Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people.
Eleanor Roosevelt

***

Apa yang membuat seseorang layak disebut manusia sejati?

Apakah latar belakangnya? atau apa yang dimilikinya? Di salah satu ending  dari sequel film Hellboy, dikatakan bahwa yang membuat seseorang menjadi manusia sejati adalah apa pilihan yang ditentukan oleh orang itu untuk menjadi siapa dirinya kelak. Apakah kita memilih untuk menjadi bad guy, good guy, atau bahkan memilih untuk melakukan hal-hal mulia like an angel.

Untuk punya pilihan-pilihan terbaik, kita harus banyak belajar dari yang terbaik. Selalu keep to open my eyes, my mind, my heart agar mampu mengenali nilai-nilai terbaik dari para guru yang hadir dalam keseharian.

Anakku yang menjadi guru terbaik dalam mengajarkan kejujuran, orang tua yang menjadi guru terbaik dalam mengajarkan kesabaran, semut kecil yang mengajarkan ketekunan, buku-buku dan berbagai artikel yang mengajarkan ketidakterbatasan  berbagai ilmu anugerah Tuhan , dan para sahabat yang mengajarkan kesetiaan.

Khusus di dunia investasi paper asset, beruntung aku memiliki sumber ilmu dan teman seperjuangan. Teman-teman di komunitas BEI investor club, di WATR, di PortalReksadana, dan bahkan lingkungan maya di KK.

Saya ingat suatu Sabtu petang, seusai pertemuan di BEI, saya, Ci Liliana, Novi, dan mas Pudjo nongkrong di  Quickly. Biarpun Novi lagi kelaparan , nggak kalah semangat diskusi bareng tentang candlestick. Biarpun saya belum instal metastock, seru juga diskusi sama mas Pudjo tentang chart.

Yang berkesan di WATR sih pas saya sama mas Loren belajar bareng kelas malam-nya  Pak Irwan Sandrady & Wan Al. Tiga malam berturut-turut sepulang kerja, diakhiri dengan hari ke empat gathering almost fullday dari pagi sampe jam empat sore.

Karena sesi hari itu sampe 3 narasumber dan bagus-bagus semua (kata Toti sampe blenger,he…he…he…), aku sama Loren paling berjuang keras menahan kantuk gara-gara 3 hari sebelumnya maraton belajar.

Pak Hermanus sempat senyum-senyum, ngeliat aku sama Loren saling menulari nguap susul menyusul. Kekekekeke…., kalah sama orang tua ya,Pak.

Hari itu mas Loren sama aku kayaknya yang paling nafsu sama aroma kopi panas, nggak tahan ngantuknya.

Ada juga Pak Jusran sama Ci Lany-nya dan  mas Eki, yang pasti deh duduk di depan kalo di gathering. Seru belajar sama pak Jusran, maklum beliau pemain senior dan banyak main langsung di wallstreet. Beliau ini yang nggak bosen kasih advise ttg fitur-fitur online trading yang oke, pergerakan saham terkini, dan  rajin kasih advise misalnya untuk pemilihan portfolio di Gold. “Nggak usah beli LM kalo repot naro, beli aja saham kode G sama GG” advise Pak Jusran. Tuh, aku baru tahu lho mengenai yang ini.

Kalau di komunitas reksadana, ada mas Adityo/Yoyok aliak bos Autogebet yang baik dan funny, ada Bli Made alias om passion yang spesialis TA dan spesialis cela-celaan sama aku, ada Lily Ardas si calon mama yang semangatnya nggak kalah sama kehamilannya, ada mas Renaisanto, mas Aji Monoarfa, mas Eko, dll. Seru juga bareng komunitas PortalReksadana.com ini, orang-orangnya sincere dalam sharing ilmu. Saat ini kita lagi mempersiapkan Kursus Dasar Reksadana 1 skaligus launching website untuk tanggal 12 April nanti. Progress KDR kita update by email/sms, aku jadi bendahara tuh bareng mas Adit. Mudah-mudahan sukses dan lancar. Pengennya sih insvestasi-investasi RDS aku nggak usah terganggu buat trading saham, makanya lagi ngumpulin modal dulu buat ngejajal trading plan dan eksekusi trading  based on chart.

Bulan April ini jadwal ngumpul cukup padat, tanggal 05 April di gathering WATR, tanggal 12 April ngurusin KDR PortalReksadana.com,  mudah-mudahan di BEI club jadwal gathering yang April jatuh di tanggal 19  nih, supaya nggak bentrok sama KDR. Sayang banget kalo bentrok, mengingat analis yang akan jadi pembicara bulan ini di BEI udah lama ditunggu-tunggu kemunculannya di forum.

Bulan lalu yang hadir di BEI club juga top, Lilis setiadi-nya Schroder, wah..amazing! buat aku orang-orang Schroder memang setara dengan nama besarnya, selalu memukau dan daya tariknya jauh diatas rata-rata analis or director dari sekuritas yang lain.

Bawaannya nggak kepengen pulang, kalau yang ngomong orang pinter di Schroder, buat aku para juragan SIMI emang the greatest deh.

Pengennya sesi belajar ini melatih kesiapan teori dan mental aku untuk serius trading, menuju trading stock dan kemudian forex. Nggak cuma beli dan dibiarin nyangkut kalau index jatuh.  Mesti masuk kloter pertama yang mampu lari dari tunnel gelap bearish.

Terima kasih buat kalian semua di komunitas WATR, BEI investor club, dan PortalReksadana.com. Kalian adalah guru dan teman. Oh iya, buat para guru nggak langsung di KK juga, my two favorit bro Dunkz buat aliran TA dan bro JA buat aliran fundamentalist, can’t wait to read more your posting.

Pertemuan grup Garuda bulan lalu mengikat saya pada satu utang besar ke my great leader, Pak Johannes Susilo. Sungguh suatu kehormatan, Pak Jo mengikutkan saya di leader meeting kemarin, dgn posisi level yg sangat belum layak masuk jajaran leader, saya ‘nyelip’ di sana kemarin :)

Saya sangat menyadari satu-satunya sebab saya belum bergerak ke level berikutnya adalah karena saya memeng belum bergerak lagi. Sangat benar apa yang dikatakan Pak Jo, hambatan terbesar adalah dalam diri kita sendiri.

Advise yang sangat kena buat kondisi saya saat ini adalah “Jangan takut kurang tidur. Tuhan menjanjikan kita semua akan tidur panjaaaang dan nyenyak, bila saatnya tiba. Itu pasti terjadi, karena itu janji Tuhan kepada kita sbg mahluk-Nya”

Ini sebenarnya kalimat andalan mamih saya juga: jangan takut kurang tidur, hidup itu ya buat berkarya, tidur sedikit tak apa kalau untuk berkarya dan menyelesaikan masalah yg memang mesti dihadapi orang hidup, nanti mati juga kenyang tidur.

Beberapa bulan belakangan ini, saya suka bertanya-tanya “Kapan gw bisa ngabisin waktu liburan dgn tidur enak, sih?” Terakhir bisa nyempetin tidur siang pas week end itu bulan Agustus ‘07, durasi 1,5 jam tapi nikmeh bin segar udahnya.

Kerjaan kantor yg jatahnya makin menumpuk dgn tidak adanya C’Fie dan Irin, kerjaan rumah, urusan keluarga besar, undangan ini-itu, terutama sih urusan si kecil (yg bikin tidur malam nggak tentram karena masih suka sakau nagih susu botol, dan ngompol padahal udah pipis sebelum tidur dah nolak abis pake nappy).

Bahkan, saking nggak sempatnya ngurusin lagi family gathering sama teman2 Ex pengurus Sema FMIPA, sampai dikirimin tegoran “Teh , ayo bangkit dari kubur” katanya, hi..hi..hi.. maafkan aku saudara-saudara.  Janji deh ntar diurusin lagi, gimana kalau kita ke The Jungle di Bogor bawa krucil kita senang-senang main air sambil sharing ilmu dunia persilatan?

Wafatnya adik mamih (dua dgn jarak nggak lama), dan sakitnya Ibu (mertua) yang sampai sekarang masih harus dirawat di RS, mengharuskan saya menandai tanggal merah sbg jadwal wajib nginap di luar rumah instead of menikmati libur bareng si kecil Ichad di rumah.

Untung aja bulan lalu berhasil menyempatkan bawa dia ke Pan&Cook makan es krim dan pancake. Si Papi juga udah lusuh banget tampangnya, tiap hari mesti nongkrong di RS karena Ibu nggak mau ditinggal sedikitpun. Goodbye kerjaan,Goodbye bisnisan, goodbye anak-istri, goodbye rumah.

Ichad sampe histeris pas libur natal kemaren dibawa ke RS, nggak mau lepas dari papi-nya. Saya nggak bisa ngomong apa-apa. Ibu benar-benar nggak mau sekejap pun lepas dari papi-nya Ichad, nggak mau ditinggal dan nggak mau diganti ditungguin anggota keluarga yg lain, nggak ada yg kepake. Ya, kalau melihat kondisi Ibu sekarang, apa yang dilakukan dan dikorbankan papi semoga tidak sia-sia.

Tapi kalau Ichad malam-malam nyariin papinya, saya kadang nggak tahan juga, jadi ikut kesepian. Paling saya peluk dan timang sampai etrtidur lagi di pangkuan dan nggak nanya-nanya papi-nya terus. Minta nelpon papi, minta dipijatin papi, minta dibeliin onde-onde sama papi, minta gendong papi.

Duh,  nggak tega deh kalo pulang kerja mesti jalanin bisnis network dulu dgn ninggalin dia lagi malam-malam, sementara week end aja mesti ditinggal ke RS.

Mudah-mudahan kami semua diberi ketabahan melewati semua ini, ya Allah. Berilah kami kesehatan, supaya bisa menjalankan tugas-tugas yang Kau berikan. Amien.

Saya mencoba untuk tidak takut kurang tidur, tapi saat ini waktunya untuk kepentingan keluarga dulu.