Relationship


  ***

Saat ini mostly kastamer2 lagi pada summer holiday , ditambah akhir minggu lalu HK kena badai sampe office regional terpaksa libur, dan sepertinya mereka masih sibuk kerjain hal urgent yg tertunda sampe cuma masuk  20-an email dari sana, hmmm..nganggur deh gw, cuma ada satu meeting sama supplier. Bosen bengong, dan capek cela-celaan sama Toti via email, saya buka inbox lama di folder berjudul Kumkum.

Ketawa2 sendiri baca betapa gokilnya kalau kita sedang tukar pikiran, berbagi stori menyedihkan, menyenangkan, dan harapan (baik maupun sesat). Dominasi tentang cerita nan tidak bermutu tapi tak juga berujung, berarakan di imel2 Kumkum & saya. Sebagian adalah bahan pembelajaran, sebagian bahan tertawaan. Sebagian tentang kebahagiaan, sebagian lagi tentang kekecewaan.

Telpon masuk sore-sore , K : “Gue nih, selamat pagi,bu…!” ,hmm..mother devil lagi nganggur juga rupanya.

N: “Ha, gw lagi ngetik imel buat lo. Ngapain nelpon? belum kelar nih, tapi gw send dulu deh” ; sebodo ah belum kelar, to be continue aja ntar dgn catatan kalau belum basi.

K:”Terserah lo , send ya send lah. Gua cuma mau curhat.  Stupid satu cari stupid dua” ; boro2 nanyain apa yg lagi saya tulis di imel,nggak sopan!

N: “Yak,stupid dua di sini. Eh, tadi kan..bla..bla..”; mukadimah dikit buat pamerin ‘kesuksesan’ kecil dalam rangka sweet revenge sama satu mahluk paling nyebelin sedunia saat ini.

K: “Kalau gw nih, bla..bla..bla…bla..bla…” ;nah,bener kan panjang ceritanya.

N: “iya,deeeh…”;” Iya,dong,…” “Iya,sih…”  *ngasih support*

K: “Jadi gw mesti gimana?” ; Hmmm, tumben Kum2 lupa ngomong kalimat andalannya ‘gw butuh nafas buatan,nih’ padahal kuping udah siap-siap denger kalimat langganan kalau dia lagi down gitu. Maklum, sudah berteman sejak kita masih jadi gadis2 berprinsip ‘love don’t cost a thing’ sampai bermetamorfosis jadi ibu2 rumah tangga matre (sama suami donk ah), sudah hapal deh sama gaya curhat Kum2.

Bisa diukur curhat stadium 1 sampai 4.  Sore ini, cuma curhatnya regular aja, nggak perlu keluar jurus2 penyelamatan tingkat tinggi. So, masih bisa saya becandain keruwetannya - plus manas2in biar tambah bete,hi..hi..hi..

Ya, gitu deh. Banyak yang mungkin ’nggak penting’ kalau orang lain yg mendengar, tapi jadi penting kalau kita berdua lagi sharing. Cuz we know, pembicaraan ‘tak penting’ kita adalah suatu proses mencari refleksi dari sudut yang masing-masing nggak bisa lihat. Kalau tembok itu di depan mata Kum2, saya yg ngasih gambaran supaya dia ngerti di depannya itu tembok kayak gimana, ada jendela atau pintu dimana aja, gimana ukuran jendela & pintu2 itu supaya Kum2 bisa berhitung mana yg ukurannya memungkinkan buat lewat; tapi terserah Kum2 mau lewat pintu & jendela yg mana. Sebaliknya, begitu juga kalau giliran saya yg lagi nggak bisa melihat detail tembok didepan mata saya, Kum2 akan jelaskan buat saya. One thing for sure, kita selalu saling menyemangati untuk tidak menyerah hanya pada tembok yg belum kita mengerti gimana melewatinya.

Pembicaraan ditutup dengan, ngomongin resep brownies panggang terbarunya, “Jatah gw mana?”

K: “Ambil aja ke rumah, masih ada satu setengah loyang”

N:”Yee,emang beda RT doang. Kirimin,dong”

K:”Enak pokoknya. Kering di luar, moist di dalam. Gw pake cokelat yg nggak pasaran”

Rese, malah bikin ngiler. Saya cuma dikirimin foto brownies lekker-nya by imel tanpa janji kapan mau bikinin. Heran juga sama mother devil satu ini, kalau lihat orangnya nggak ada potongan jago masak; nggak Kitchen-face sama sekali (borosduit-face sih iya), tapi lihai bener menghasilkan masterpiece cake-cake cakep dan enak. Sementara gw bikin brownies kukus buat cemilan Ichad aja, udah mulai males. Cetakan poffertjes udah lama nganggur dilemari, essence almond andalan bikin puding almond udah minta dibuang saking lamanya nongkrong di kulkas, he..he…he.. Toko bahan kue? apaan tuuh, udah lupa :D

Kembali ke tank top, pembicaraan tak bermutu hari ini diakhiri dengan kegagalan saya mengingat kalimat cantik untuk menghibur my dear Kumkum yang lagi teringat sama lukahati peninggalan buaya tidak ganteng-nya .

Kum, saya cuma inget yg ini nih:

One day you will ask me: What is more important to you, me or your life?

I will say: my life. 

You will walk away from me without knowing that you are my life (anonim)

=====

Eh, kok keingetan foto2 pre-wed romantisnya mbak Anna Tanos sama Indra di Segarra – pantai Carnaval, Ancol.  Indah banget, dan yang paling indah adalah tatapan mata keduanya. Hu..hu..hu…, jadi sirik deh.

You were born together you shall be forevermore
You shall be together when white of death scatter your days.
Yeah, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness, and let the winds of heavens dance between you.

Love one another but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other,s cup but drink not from one cup.
Give one another of your meal but eat not from the same loaf.
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone, even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.
Give your hearts, but not into each other,s keeping.
For only the hand of life can contain your hearts.

And stand together, yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart, and the oak tree and the cypress grow not in each other,s shadow. (Kahlil Gibran)
===
Hasil obrolan sama sobat bulukan saya, mamanya Luna, ternyata kita mulai bisa memaknai kutipan Kahil Gibran di atas seiring umur yang makin tua, ha ha ha
Thanks a lot juga buat kue ultah Ichad yang dibuat dengan sepenuh hati oleh mama Luna . HIks, jadi terharu.
Kapan ya, gw bisa bikin sendiri B’day cake keren untuk Ichad.

I find that it is not the circumstances in which we are placed, but the spirit in which we face them, that constitutes our comfort.
Elizabeth T. King

***

Bisakah pertemanan langgeng tanpa saling bertemu? mungkin aneh, tapi saya punya jenis persahabatan sperti ini.

Kathy Ott nun jauh di Balingen sana, sudah 4 tahun ini kami berteman baik. Bukan karena adanya teknologi email, skype, dan kemudahan telepon yang mendekatkan aku dan Kathy. Tetapi persamaan interest, serunya diskusi teknis , non teknis, maupun sekedar ‘girltalk’ eh, ladiestalk kali ye…buat kita mah, membuat aku dan Kathy merasa ‘klik’.

Polly Stinger, Julie Gardiner pernah begitu intens hadir dalam hidup aku (Julie, I miss you… wonder mum), but again hanya dengan Kathy pertemanan kami lebih kental dari hari ke hari. Apalagi sejak bapake M. Strand cao, Kathy makin merasa aku sbg warisan bapake yang mesti dijaga , gitu kali :)

Yang lokal, ada Maikel. Masih inget deh waktu pertama dia nyari aku by phone, hm..tahun berapa ya? kira-kira sekitar tahun 2000-2001 deh.

“Hallo, saya Maikel dari ‘H’, bisa bicara dengan mbak Nur?” Saat itu Maikel menjajagi order dari account yg aku pegang. S

Tahun-tahun berikut, Maikel selalu ada kalau aku dalam kesulitan mencari aneka informasi. Begitu juga kalau Maikel butuh informasi ini-itu, dia bisa cari aku.

Surprise moment adalah ketika Maikel gabung sama group company lamaku pas aku justru hijrah ke company baru, ha..ha..ha.. seperti skenario Tuhan bahwa Maikel dan aku memang nggak boleh ketemuan.

Bukannya nggak niat ketemu sih, pernah aku ke kantornya untuk pick up sample penting, ke tempat Maikel, pas banget hari itu Maikel kudu ke luar kantor buat meeting. Sementara aku ber-hai hai sama P’Bareson, B’ Tati, dll (teman-teman lama)…Maikelnya malah cuma bisa ngobrol lagi-lagi by phone.

Sudah 2 bulan lebih, Maikel nggak telpon. Aku juga belum sempat kontak dia, jadi kehilangan rasanya. Banyak kolega yang nggak percaya kalau aku sama Maikel belum ‘ditakdirkan’ ketemu langsung, apalagi mereka tahu aku sama Maikel sudah berteman cukup lama untuk ukuran masa kerja.

Jangan menghilang ya, Maikel…!

====

Tak sampai 2 minggu setelah menulis posting ini, ada sms dari Maikel. Mengabari kesibukannya set up factory di luar Jakarta, ngerasa juga barangkali kalau sudah lama tidak ‘laporan’.  Dia kasih alamat email barunya, sembari teteup memesan informasi yang dia butuhkan.

Ternyata Maikel nggak hilang :P