Let others lead small lives, but not you. Let others argue over small things,but not you.

Let others cry over small hurts, but not you.

Let others leavetheir future in someone else’s hands, but not you.”
Jim Rohn

***

Saat ini kita tidak tahu akan jadi apa anak kita kelak. Kemarin Kum-kum memforward tawaran untuk mengikuti fingerprints test untuk mengetahui bakat dan karakter anak dari suatu lembaga fingerprints test fm Singapore , untuk sesi pertengahan bulan Mei ini, yang kalau jadi akan di laksanakan di sebuah cafe di Permata Hijau. Tertarik sih karena dulu saya pernah baca sebuah artikel tentang hasil riset kepolisian USA bahwa tinggi/rendahnya kecenderungan kriminalitas seseorang ternyata ada korelasinya dengan pola fingerprints seseorang.

Tapi harga fingerprints test ini mahal untuk ukuran saya; IDR 1,5 juta atau bisa turun jadi  IDR 1,2 juta kalau peserta yang ikut ada 10 orang. Selama ini Papi-nya Ichad sih rajin mencermati si kecil untuk mengetahui kecenderungan anaknya, apakah dominan di Visual, Auditori, atau Kinestetik. Kalau saya sih lebih memilih menerapkan semua cara, dengan terutama menjaga supaya selalu ada kontak fisik dan kontak mata (sesuai gaya belajar Ibu-anak batita ala Bapak Glenn Doman). Biarlah Ichad menemukan sendiri gaya belajarnya, saya akan kenalkan semua metode yang mampu saya provide untuknya, karena di usianya sekarang saya tidak ingin terjebak menjadi ortu yang menuntut kualitas si kecil. He deserves for a playful world, more kisses, and more hugs dalam keterbatasan waktu saya sebagai working mom.

Kalau saya sampai membaca 7 metode cara mengajari anak math, dan bela-belain membeli buku Mathmagic, bukan karena saya mau menjejali Ichad Math saat ini. Semua yg saya sempatkan baca itu hanya untuk membuka wawasan saya, yang hanya sempat mengenal 3 dari 7 metode itu di masa sekolah dulu. Jangan sampai kalau Ichad sudah bersekolah nanti, saya tidak bisa membantunya belajar atau berdiskusi, cuma karena Ibunya tidak mengerti perkembangan cara belajar yang baru. Saat ini saya sudah cukup bahagia dengan kecepatan Ichad mengenali dan menyebutkan berapa jumlah tentakel si Tickling Octopus di salah satu seri buku anak bergambar terbitan Erlangga Kid. 

Ngomong-ngomong soal seri buku E.K ini, saya pertama mengenal melalui 1 paket flap book dari mbak Anna Julia – leader team waktu di company lama, waktu itu Ichad baru lahir and mbak Anna rajn nengokin sambil bawa hadiah (God bless you,mbak). Saya langsung jatuh cinta dengan buku seri Erlangga Kid dan saat Ichad hampir 3 tahun sekarang ini, seri E.K selalu jadi the must read books. Oh ya, entah kenapa si kecilku itu dari sekian banyak buku, favoritnya adalah seri bilingual The Munching Crunching Caterpillar. Saya udah bosen deh bacain itu buku , termasuk bacain dengan belasan versi saya supaya nggak mati gaya. Baru-baru ini tuh anak mengigau jadi si caterpillar ” Ichad mau wings,bumbeh…! Ichad baterplaaai”, barangkali dia mimpi ketemu si bumblebee – salah satu karakter di buku itu yang memberi tahu si caterpillar bahwa lebah bisa terbang karena punya sayap, sementara si ulat gendut hanya punya kaki.

Sementara favorit saya  dari seri bilingual E.K ini adalah yang berjudul One Magical Day, tapi Ichad cuma mau sibuk kiss-kiss para brood dan mother duck di halaman bergambar bebek kalau saya bacakan buku itu, atau senyum-senyum melihat gambar anak kucing bergulung-gulung tidur bersama induknya. Gambar-gambar di One Magical Day di mata saya sangat indah dan kalimat English-nya punya rima yang enak dibaca. Mambuat saya sangat menikmati acara membacakan buku untuk si kecil. Ini acara favorit Ichad meskipun dia sudah bisa baca juga sedikit-sedikit, kelihatan anakku ini menikmati sesi memilih buku sendiri dan bergelung di pelukan saya seperti bayi, diam tenang menikmati baris demi baris kalimat yang saya bacakan.

Sebentar lagi Ichad akan menikmati dunia sekolah, akan mulai kompetisi mulai dari kompetisi sosial dan penilaian dalam skala kecil.  Tentu sebagaimana orang tua pada umumnya, saya berharap si kecil mampu mandiri dan menghadapi apa pun tantangan dalam hidupnya.

Saya tidak ingin dia jadi Quitter (anak yg gampang menyerah) dan Camper (anak yang mudah puas); saya berharap dia terbentuk menjadi seorang Climber, yang mampu menaklukan any challange di hadapannya . Climber sejati yang tangguh meskipun harus bolak-balik menghadapi tantangan. Apa pun bidang yang kelak dia pilih untuk ditekuni, semoga saya bisa membekalinya kemampuan untuk menjadi seorang Climber .

“No wealth like Knowledge, and no poverty like ignorance”

Ali bin Abu Thalib, 5th Caliph of Arab

***

Rencana hari ini sebenarnya pengen ke World Book Day Indonesia di Museum Bank Mandiri – Jakarta Kota. Udah nyiapin buku Edensor, Sang Pemimpi, dan Laskar Pelangi, yah siapa tahu dapat kesempatan buat ditandatangani Andrea “Ikal” Hirata.
Apalagi menurut jadwal Andy F. Noya juga bakal hadir tanggal 26 April ini, niat makin kuat mau datang ke sana. Apa daya badan ambruk, kena flu agak berat nih, ketularan Ichad my ‘lil prince. Padahal sudah jaga badan dengan extra ester C, dan Calcium-nya Sandoz. Kecapean juga sih, pulang malem terus dr kantor.

So ngisi waktu dengan iseng-iseng ikutan bisnis e-booknya Haryo ; dan masih punya waktu nulis peer. Iya, peer yang sudah lama terlantar, a request from my classmate belajar lika-liku investasi paper asset, Mas Aji Monoarfa: Laporan dari gathering BEI Investor tanggal 15 Maret 2008 lalu. Hi..hi.. nggak enak juga, sementara dia sudah nulis laporan yang bulan April di blog

Ok, bro here please find the recap, enjoy it :)

Market update & Investment Strategy 2008

MAKRO EKONOMI INDONESIA 2008
Yang pertama harus kita pelajari adalah Makro ekonomi Indonesia 2008, selain makro ekonomi regional dan global yang mungkin berkontribusi ke market Indonesia. Kondisi makro bisa diibaratkan payung, seolah-olah kita melihat situasi ekonomi dari sisi atas, bagaimana inflasinya, mata uangnya, dll (kalau mikro lebih ke regulasi per sektor real)

Kalau misalnya kondisi makro ekonomi Indonesia terlihat positif, baru kita tinjau apakah regional juga positif, dan baru kita lihat lagi apakah ekonomi global juga positif.

Dalam makro , ada 4 pilar-pilar perekonomian :
1. Inflasi
2. SBI rate
3. Mata uang/currency
4. GDP

1. Mulai dengan pembahasan pilar no satu, yaitu Inflasi.
Inflasi Indo th. 2006 : 6.60%, th. 2007 = 6,58%, 2008 ytd as of 29 Feb 08 sudah mencapai 2,44%. Sudah terlihat tinggi, padahal masing banyak event tahunan yang dipastikan akan mengangkat inflasi seperti event tahun ajaran baru sekolah setiap bulan July, event hari Raya Lebaran, hari Raya Natal dan tahun baru. Sudah terlihat bahwa inflasi cenderung > 6,5 dan mengarah ke 7. Atau core inflation >10%. Core inflation adalah inflasi dasar diluar makanan, dll.

2. SBI rate
Pada pertengahan Maret, ketika Lilis bicara di gathering, Suku bunga BI =8%, dan diperkirakan akan berada di kisaran 8-8,5% untuk menekan inflasi. (Mungkin akan ditahan di angka 8 sampai bulan Mei, sehubungan dengan adanya pemilihan gubernur BI).
Mari kita pelajari korelasi suku bunga BI dengan PU/Pasar Uang (deposito dan obligasi ang jatuh temponya,1 thaun), serta suku bunga BI dengan PO/Pasar Obligasi (SUN dan obligasi yang jatuh tempo>1 th).

PU bergerak mengikuti suku bunga, sementara PO bergerak melawan suku bunga. Jika suku bunga turun, harga obligasi akan naik.
(Contoh, pada masa keemasan obligasi di Indonesia th 2006, ketika suku bunga Bank turun dari 12% menjadi 9%, harga obligasi saat itu naik sampai dengan 26%).

Untuk tahun 2008, forecast PU cenderung flat. Tetapi perlu dicatat, ada fungsi PU yang tidak bisa digantikan oleh obligasi, yaitu likuiditasnya. Sehingga PU unggul untuk penyimpanan short term (istilah Lilis :uang parkir).
Sedangkan kelebihan dari PO adalah memiliki sifat Inflation Hedging. Return dari PO menyamai inflasi, atau 1-2% diatas inflasi. Cocok untuk penyimpanan kebutuhan medium term.
Sifat inflation hedging ini berlaku pada kondisi normal, dimana pergerakan inflasi di kisaran 1 s.d 2% saja.

*Jika suku bunga turun, maka harga obligasi naik, sementara Yield obligasi turun, inilah waktu yang tepat bagi investor untuk menjual obligasi ke 2nd market. (Yield = harga obligasi+coupon).
*Jika suku bunga naik, maka harga obligasi turun, sementara Yield-nya naik, maka investor disarankan untuk memegang obligasi tsb sampai jatuh tempo. Jangan sampai jual rugi.
* Jika suku bunga stabil, harga obligasi stabil juga, investor hanya berharap keuntungan dari coupon, karena tidak bisa mengambil profit dari kenaikan harga obligasi.

Lilis sangat menekankan kepada investor untuk benar-benar mengenali, jenis investasi yang dibuthkan sesuai karakter masing-masing. Jangan asal main hajar, invest di high risk (baca saham). Jadi perlu mengenali juga kebutuhan jenis investasi di PU, PO, maupun di RDPT. Karena meskipun berada di negara dengan fundamental ekonomi yang sama, profil tiap investor adalah unik.
Single vs Married
Married vs Divorced
Healty vs Ill
Employed vs Unemployed
Hired vs Retired
With children vs Childless
Male vs Female
Seasoned vs Noviced

Bahkan kebutuhan jenis investasi berubah-ubah seiring perubahan kondisi seseorang, jadi potfolio investasi juga perlu dirubah supaya sesuai dengan kebutuhan, dan terlebih supaya investor tidak terjangkit Insomnia effect. Jangan sampai nggak bisa tidur gara-gara mikirin bursa turun/naik. Kenali risk tolerance masing-masing, meskipun kita masih mudah dan sehat.

3. Currency
Kisaran rupiah 2008 ada di 9000-an.
Kisaran lebar : 8,5 -9,5
Kisaran sempit: 8,9 – 9,3
Target stabilitas perekonomian Indonesia sendiri adalah IDR 9040.

Mata uang ini harus dijaga supaya jangan terlalu lemah dan juga jangan terlalu kuat. Kalau jangan terlalu lemah, sudah jelas alasannya karena akan memukul Industri; Industri yang high cost -> harga-harga mahal _> Inflasi naik tinggi.
Sedangkan mata uang dijaga jangan terlalu kuat supaya jangan sampai barang import membanjir masuk, dan juga untuk mencegah arus inflow fund besar-besaran dari luar.

4. GDP
GDP Indonesia 2008 , diperkirakan di angka 6,0 s.d 6,3%
Seharusnya relatif stabil di 2008.

Dari ke empat pilar makro diatas, secara fundamental makro Indonesia seharusnya masih Ok. emang return investasi di IHSG sudah tidak bullish lagi, tetapi juga belum bearish.
Catatan: asumsi Bull return > 30-40%, asumsi Bear return <30-40%

FAKTOR REGIONAL & GLOBAL

Sebenarnya imbas kondisi perekonomian USA lebih berpengaruh langsung ke market Taiwan, dibanding ke market Indonesia.
Tetapi beberapa tahun ini dana asing masuk besar-besaran ke masrket saham Asia, termasuk Indonesia. Jadi ketika terjadi krisis karena subrime motrgage di USA, hedge fund asing yang merugi karena subprime membutuhkan likuiditas dan menarik dana mereka dari market Asia, sehingga market saham Asia drop besar. Koreksi di IHSG sendiri (yg diakibatkan oleh krisis subprime mortgage itu) angkanya masih lebih kecil dibanding koreksi yang terjadi di bursa Malaysia, India, dan Pakistan.

Masih banyak yang dijelaskan Lilis setiadi mengenai detail kasus subrime mortgage di USA, efek subprime tsb ke Europe market (tepatnya ke rich Europe countries bukan ke emerging Europe), Ke Asia ex Japan, dan juga mengenai Stagfation serta Decoupling Asia, dan apa saja fear factor yang harus diperhatikan para investor baik yang terjadi di domestik maupun regional/global.
Lilis juga membahas mengenai Index dan faktor pembentuknya (Fundamental +TA). Tapi udah malem nih, Ji..udahan dulu ah laporannya.

Yang jelas saya ingat adalah hari itu para peserta gathering sangat puas dengan materi dan cara Teh Lilis Setiadi menyamapaikan materi. Saya juga suka dengan potongan rambut Teh Lilis yang asimetris, so pretty Teh Lilis, dan kecerdasan berorasi. Yang juga jempol adalah kesediaan Teh Lilis Setiadi ditahan para peserta yang tidak ada puasnya bertanya, sampai gathering waktunya molor dan Teteh cute itu ‘diamankan’ oleh Alex.

Saya sendiri sempat menyampaikan kesan saya “B’ Lilis, nggak nyangka ternyata anda lebih memukau dari Pak Michael”.
Padahal Pak Michael sendiri sudah sangat menarik dibanding pembicara lain yang pernah diundang di gathering BEI investor club (kasus yang sama: ditahan oleh peserta, hampir nggak bisa pulang meladeni pertanyaan peserta, he..he..).

Dua jempol untuk para pentolan SIMI!
Jadi nggak sabar untuk mmenantikan Lilis Setiadi bicara di gathering WATR, tanggal 10 Mei nanti. Nah, giliran Aji yang bikin laporan nanti.

<a href=”GrowUrl.com - growing your website “>

info lowongan kerja terbaru - kerja di rumah
by: info lowongan kerjaMau tambahan income? Mau yang mudah, murah dan tidak menguras waktu kita yang berharga?

Ikuti cara saya, klik http://uangpanas.com/?id=hokipoki

Manfaatkan keajaiban internet bekerja untuk kita!

“Sometimes the beauty is easy. Sometimes you don’t have to try at all. Sometimes you can hear the wind blow in a handshake. Sometimes there’s poetry written right on the bathroom wall.”
Ani Difranco

***

Saya bukan tekno-freak atau gadget mania. Punya PDA sebiji dikasih dr my hubby dulu pas kerjaan masih banyak trip, sekarang jarang dipake, paling dipake buat reminder data ultah teman n keluarga, and motret lagak si kecil. Punya HP GSM udah model lama banget, kata hubby sih udah malu-maluin makenya depan umum. He..he..he.. Jauh lebih canggih HP anak saya yang saya kasih susternya pegang.  Tapi entah memang buat saya gadget nggak terlalu penting (diluar fungsi utamanya).

Tapi tadi malem mendadak penasaran sama yang namanya bluetooth implant. Itu lho teknologi Digital Tatoo Interface-nya Jim Mielke, yang memenangkan Greener Gadget Design Competition. Lihat di

Wah ternyata nggak cuma KB yang bisa implant (ibu-ibu banget seeh) , bluetooth pun sekarang implant. Kirain bluetooth cuma bisa ditanam di sepatu doang :) *bukan iklan*

Kulit manusia bisa difungsikan sebagai layar ponsel, dengan power supply yang yang berasal dari aliran darah vena dan arteri. Kalau nggak mau drop, jangan lupa sarapan, gitu kali pesan salesnya nanti kalau teknologi ini sudah komersil.

Yah, buat yang pelupa lumayan lah, dijamin nih HP kebawa terus dan nggak ada alesan lagi lowbat. Jadi kepikiran nih, anak sekolah boleh pakai nggak ya? gawaaat kalau pada nyontek via digital tatoo ini.

“If I could wish for my life to be perfect, it would be tempting but I would have to decline, for life would no longer teach me anything.”
Allyson Jones

Satu ucapan syukur yang dipanjatkan, jauh lebih indah dibanding do’a yang sempurna (Anonim)

Mungkin karena do’a biasanya berisi pemintaan, sedangkan ucapan syukur adalah ungkapan terima kasih yang tulus kepada Allah SWT.

Saya berusaha mengucap rasa syukur secara verbal, tidak hanya dalam hati saja, meskipun Tuhan Maha Mendengar bisikan hati manusia sekalipun.  Ucapan terima kasih secara verbal denga rinci atas anugerah dan kesempatan dari-Nya, membuat saya merasa selalu dikasihi dan tentram, jauh dari rasa cemas.

Saya memilih menyebutkan rincian apa yang saya terima hari ini dalam syukur kepada Allah, daripada membuat daftar panjang permintaan untuk esok dan seterusnya. Meskipun tersurat dlam Al Quran ”Mintalah pada-Ku. Niscaya aku akan mengabulkannya”

Terima kasih karena anak saya diberi perlindungan selama kami orang tuanya ke luar rumah untuk mencari nafkah dan Ilmu, terima kasih karena hari ini saya masih mampu bekerja mencukupi kebutuhan sendiri tidak meminta-minta kepada orang lain, terima kasih karena pekerjaan kantor lancar, terima kasih karena tadi subuh Ibu saya masih bisa ngobrol dengan anak saya lewat telepon, terima kasih karena suami saya masih suka bercanda dan perhatian pada anak, terima kasih karena saya punya sahabat sehebat Liesye, terima kasih karena sus Yuliana (pengasuh Ichad) sabar dan kuat jagain Ichad, terima kasih karena…. eh, maaf yang ini rahasia :)

Tadi pagi ke Ps. Puri, ke Bank Niaga setor Niaga Mapan bulan ini dan nyari cemilan Jepang untuk si kecil di rumah.  Saya memilih cemilan Jepang ini karena jenis cemilan buat anak dibuat less sweetener, less salt, dan less MSG. Di Ps. Puri harganya lebih murah dibanding di R*nch M*rk*t.  Sebenarnya Ichad lebih suka jajan susu (terutama Cimory – saingan sama emaknya ) yakult, dan donat. Tapi kasihan juga kalau sedang main sama anak tetangga, Ichad hanya bisa ngeliatin mereka ngemil aneka jajanan renyah full MSG dan tinggi garam nan kriukk..kriukk…, sementara anakku itu paling banter megang agar-agar cups, Poki atau bisuit hasil seleksi ibunya. Kejam banget rasanya….he..he..he..

So, krispy snack Jepang jadi andalan (cemilan pertamanya waktu umur 1 tahun adalah wafer Morinaga) , meskipun akhir-akhir ini bude Pung sering mengirimi Ichad aneka jajanan diluar ‘daftar cemilan sehat’ yang saya buat. Kalau papinya sih, memang lumayan ketat ngasih pilihan jajan, tawarannya  ”Ichad mau susu atau Yakult?” atau “Ichad mau donat atau es krim?”, kayaknya lebih kreatif saya deh kalau ngasih pilihan jajanan mana yang boleh dipilih Ichad. Sementara anakku itu paling bahagia kalau dikirimi budenya momogi, cheetos, kacang mayashi, dan keripik pisang :P

Kembali ke Pasar Puri, abis beli cemilan mampir ke Jesslyn,  mau cari celana jeans. Walah, pagi-pagi udah berjubel para Ibu berebut blouse batik yang lagi trend sekarang ini. Boro-boro bisa milih denim, toko kecil itu penuh pembeli. Naksir satu blus batik keren buat dipake ngantor, tapi mau nge-pas, antrian kamar pas mengular. Wah, males deh.. bisa nyampe kantor lewat pkl. 09 dong. Akhirnya mundur dari kompetisi rebutan blus batik cantik.

Mami Susan juga lagi heboh berbatik ria. Minggu lalu beli scarf di Bin house, hari ini pulang dr kantor langsung ke butik mahal dekat RM, mau cari baju batik colr. Purple katanya.

Bangga lho melihat batik populer lagi , jadi inget sama Anisa Pohan dan Dian Sastro yang rajin banget mempopulerkan batik sebagai pakaian perempuan muda nan dinamis. Tapiiiii tadi di Jesslyn saya bingung , kok banyak blus batik berlabel negara Asia non Indonesia? pantesan modelnya up to date, he..he..he..

Awal bulan s.d tangal 8 April kan ada pameran hasil kerajinan khas Yogjakarta di ITC permata hijau. Saya bersuka cita mendapatkan selipan/ganjal pintu  berbentuk kura-kura dari jati asli, dan tempat surat meja yang festive banget. Sempat muterin yang jual batik halus, tapi sepi banget nggak ada yang beli. Lebih rame di tempat pengrajin lampu hias dan mebel.

Kok bisa kontras banget dengan popularitas batik yang sedang naik daun saat ini? Jawabannya ada di cuting dan design-nya. Apa yang diperbutkan di Jesslyn memang bikin saya kepengen beli karena designnya manis, cutingnya modern, embellishment detailsnya up to date, dan jelas bisa dipakai ke acara non formal, bahkan untuk jalan di mal. Sementara yang dipajang di pameran modelnya nggak jauh dari tunik, kemeja formal, blus panjang simple, dan kain/selendang.

Salah satu customer kantor saya adalah G* Ltd di UK. Diluar sportswear order, G* Ltd tiap tahun nggak pernah absen menagih design batik terbaru untuk kami propose ke sana. Mulai dari seleksi raw design diatas kertas, lanjut ke development contoh design di atas kain, salesman sample, sampai produksi untuk celana pantai mereka.  Supplier kita di Solo adalah designer yang sudah faham kebutuhan customer kami ini, jadi mudah untuk kami continue order.

Semoga perajin batik bisa mendapatkan keuntungan dengan populernya batik di kalangan perempuan muda, dengan lekas memenuhi kebutuhan design yang Ok.

Great minds discuss ideas. Average minds discuss events. Small minds discuss people.
Eleanor Roosevelt

***

Apa yang membuat seseorang layak disebut manusia sejati?

Apakah latar belakangnya? atau apa yang dimilikinya? Di salah satu ending  dari sequel film Hellboy, dikatakan bahwa yang membuat seseorang menjadi manusia sejati adalah apa pilihan yang ditentukan oleh orang itu untuk menjadi siapa dirinya kelak. Apakah kita memilih untuk menjadi bad guy, good guy, atau bahkan memilih untuk melakukan hal-hal mulia like an angel.

Untuk punya pilihan-pilihan terbaik, kita harus banyak belajar dari yang terbaik. Selalu keep to open my eyes, my mind, my heart agar mampu mengenali nilai-nilai terbaik dari para guru yang hadir dalam keseharian.

Anakku yang menjadi guru terbaik dalam mengajarkan kejujuran, orang tua yang menjadi guru terbaik dalam mengajarkan kesabaran, semut kecil yang mengajarkan ketekunan, buku-buku dan berbagai artikel yang mengajarkan ketidakterbatasan  berbagai ilmu anugerah Tuhan , dan para sahabat yang mengajarkan kesetiaan.

Khusus di dunia investasi paper asset, beruntung aku memiliki sumber ilmu dan teman seperjuangan. Teman-teman di komunitas BEI investor club, di WATR, di PortalReksadana, dan bahkan lingkungan maya di KK.

Saya ingat suatu Sabtu petang, seusai pertemuan di BEI, saya, Ci Liliana, Novi, dan mas Pudjo nongkrong di  Quickly. Biarpun Novi lagi kelaparan , nggak kalah semangat diskusi bareng tentang candlestick. Biarpun saya belum instal metastock, seru juga diskusi sama mas Pudjo tentang chart.

Yang berkesan di WATR sih pas saya sama mas Loren belajar bareng kelas malam-nya  Pak Irwan Sandrady & Wan Al. Tiga malam berturut-turut sepulang kerja, diakhiri dengan hari ke empat gathering almost fullday dari pagi sampe jam empat sore.

Karena sesi hari itu sampe 3 narasumber dan bagus-bagus semua (kata Toti sampe blenger,he…he…he…), aku sama Loren paling berjuang keras menahan kantuk gara-gara 3 hari sebelumnya maraton belajar.

Pak Hermanus sempat senyum-senyum, ngeliat aku sama Loren saling menulari nguap susul menyusul. Kekekekeke…., kalah sama orang tua ya,Pak.

Hari itu mas Loren sama aku kayaknya yang paling nafsu sama aroma kopi panas, nggak tahan ngantuknya.

Ada juga Pak Jusran sama Ci Lany-nya dan  mas Eki, yang pasti deh duduk di depan kalo di gathering. Seru belajar sama pak Jusran, maklum beliau pemain senior dan banyak main langsung di wallstreet. Beliau ini yang nggak bosen kasih advise ttg fitur-fitur online trading yang oke, pergerakan saham terkini, dan  rajin kasih advise misalnya untuk pemilihan portfolio di Gold. “Nggak usah beli LM kalo repot naro, beli aja saham kode G sama GG” advise Pak Jusran. Tuh, aku baru tahu lho mengenai yang ini.

Kalau di komunitas reksadana, ada mas Adityo/Yoyok aliak bos Autogebet yang baik dan funny, ada Bli Made alias om passion yang spesialis TA dan spesialis cela-celaan sama aku, ada Lily Ardas si calon mama yang semangatnya nggak kalah sama kehamilannya, ada mas Renaisanto, mas Aji Monoarfa, mas Eko, dll. Seru juga bareng komunitas PortalReksadana.com ini, orang-orangnya sincere dalam sharing ilmu. Saat ini kita lagi mempersiapkan Kursus Dasar Reksadana 1 skaligus launching website untuk tanggal 12 April nanti. Progress KDR kita update by email/sms, aku jadi bendahara tuh bareng mas Adit. Mudah-mudahan sukses dan lancar. Pengennya sih insvestasi-investasi RDS aku nggak usah terganggu buat trading saham, makanya lagi ngumpulin modal dulu buat ngejajal trading plan dan eksekusi trading  based on chart.

Bulan April ini jadwal ngumpul cukup padat, tanggal 05 April di gathering WATR, tanggal 12 April ngurusin KDR PortalReksadana.com,  mudah-mudahan di BEI club jadwal gathering yang April jatuh di tanggal 19  nih, supaya nggak bentrok sama KDR. Sayang banget kalo bentrok, mengingat analis yang akan jadi pembicara bulan ini di BEI udah lama ditunggu-tunggu kemunculannya di forum.

Bulan lalu yang hadir di BEI club juga top, Lilis setiadi-nya Schroder, wah..amazing! buat aku orang-orang Schroder memang setara dengan nama besarnya, selalu memukau dan daya tariknya jauh diatas rata-rata analis or director dari sekuritas yang lain.

Bawaannya nggak kepengen pulang, kalau yang ngomong orang pinter di Schroder, buat aku para juragan SIMI emang the greatest deh.

Pengennya sesi belajar ini melatih kesiapan teori dan mental aku untuk serius trading, menuju trading stock dan kemudian forex. Nggak cuma beli dan dibiarin nyangkut kalau index jatuh.  Mesti masuk kloter pertama yang mampu lari dari tunnel gelap bearish.

Terima kasih buat kalian semua di komunitas WATR, BEI investor club, dan PortalReksadana.com. Kalian adalah guru dan teman. Oh iya, buat para guru nggak langsung di KK juga, my two favorit bro Dunkz buat aliran TA dan bro JA buat aliran fundamentalist, can’t wait to read more your posting.

I find that it is not the circumstances in which we are placed, but the spirit in which we face them, that constitutes our comfort.
Elizabeth T. King

***

Bisakah pertemanan langgeng tanpa saling bertemu? mungkin aneh, tapi saya punya jenis persahabatan sperti ini.

Kathy Ott nun jauh di Balingen sana, sudah 4 tahun ini kami berteman baik. Bukan karena adanya teknologi email, skype, dan kemudahan telepon yang mendekatkan aku dan Kathy. Tetapi persamaan interest, serunya diskusi teknis , non teknis, maupun sekedar ‘girltalk’ eh, ladiestalk kali ye…buat kita mah, membuat aku dan Kathy merasa ‘klik’.

Polly Stinger, Julie Gardiner pernah begitu intens hadir dalam hidup aku (Julie, I miss you… wonder mum), but again hanya dengan Kathy pertemanan kami lebih kental dari hari ke hari. Apalagi sejak bapake M. Strand cao, Kathy makin merasa aku sbg warisan bapake yang mesti dijaga , gitu kali :)

Yang lokal, ada Maikel. Masih inget deh waktu pertama dia nyari aku by phone, hm..tahun berapa ya? kira-kira sekitar tahun 2000-2001 deh.

“Hallo, saya Maikel dari ‘H’, bisa bicara dengan mbak Nur?” Saat itu Maikel menjajagi order dari account yg aku pegang. S

Tahun-tahun berikut, Maikel selalu ada kalau aku dalam kesulitan mencari aneka informasi. Begitu juga kalau Maikel butuh informasi ini-itu, dia bisa cari aku.

Surprise moment adalah ketika Maikel gabung sama group company lamaku pas aku justru hijrah ke company baru, ha..ha..ha.. seperti skenario Tuhan bahwa Maikel dan aku memang nggak boleh ketemuan.

Bukannya nggak niat ketemu sih, pernah aku ke kantornya untuk pick up sample penting, ke tempat Maikel, pas banget hari itu Maikel kudu ke luar kantor buat meeting. Sementara aku ber-hai hai sama P’Bareson, B’ Tati, dll (teman-teman lama)…Maikelnya malah cuma bisa ngobrol lagi-lagi by phone.

Sudah 2 bulan lebih, Maikel nggak telpon. Aku juga belum sempat kontak dia, jadi kehilangan rasanya. Banyak kolega yang nggak percaya kalau aku sama Maikel belum ‘ditakdirkan’ ketemu langsung, apalagi mereka tahu aku sama Maikel sudah berteman cukup lama untuk ukuran masa kerja.

Jangan menghilang ya, Maikel…!

====

Tak sampai 2 minggu setelah menulis posting ini, ada sms dari Maikel. Mengabari kesibukannya set up factory di luar Jakarta, ngerasa juga barangkali kalau sudah lama tidak ‘laporan’.  Dia kasih alamat email barunya, sembari teteup memesan informasi yang dia butuhkan.

Ternyata Maikel nggak hilang :P

Ini salah satu email yg inspiratif yg saya terima minggu lalu.

===

Tenzing Norgay?…..apaan sih…..atau…siapa sih…. (fotonya
yang sebelah kanan)
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita
akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut
berasal?…..

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga
belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya
kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya
atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau
sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang
pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi
dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund
Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai
pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung
Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya
Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam
11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil
menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028
kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang
kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki
berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu
tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang
berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal
mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam
inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa
di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan
gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat
itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di
seluruh dunia.

Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang
sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan
mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal
ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai
Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama
yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund
Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali
dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut
mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang
mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan
puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary,
tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda
yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount
Everest?

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah
mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk
menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang
berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia….

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???

Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian
saya…..impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan
dia meraih IMPIAN nya
.

Ya, itulah sekelumit kisah tentang seorang pemandu pendaki bernama
Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan
keberhasilan, nama besar dan semua penghargaan yang diperoleh Sir
Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai
& mewujudkan IMPIAN nya.

Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara
pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita
sendiri, siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus,
penghargaan, insentif dan sebagainya. Sebagai renungan “Bisakah
kita menjadi seperti Tenzing Norgay?” …..sebenarnya bukan Bisa
atau Tidak…tapi MAU atau TIDAK!

ps. konon foto diatas adalah foto satu-satunya yang diambil oleh
sang reporter.

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »