An education isn’t how much you have committed to memory, or even how much you know. It’s being able to differentiate between what you do know and what you don’t. Anatole France (1844-1924)

 

***

Materi dari WATR tanggal 09 Agustus 2008 ini, saya tulis terutama untuk teman-teman di grup belajar yang belum mendapat kesempatan untuk hadir pada sesi WATR lalu, terutama Lim Hoat (yang sudah ngedumel sepenuh hati karena merasa dianaktirikan di jadwal WATR), dan Cella yang mulai nagih. Sorry ya, telat nulisnya.

 

Kali ini Al membuka kelas dengan memberikan panduan mengenai cara mendownload data dari situs bapepam dan mengubahnya menjadi txt file untuk data feed metastock. Baru masuk ke topic bahasan Market Info, Transaksi Repo, Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling.

 

1. MARKET INFO

Market info terminal adalah sejenis window software dimana kita bisa melihat bid/offer secara streaming/realtime, baik dari pasar modal maupun komoditi. Semua pihak memiliki akses yang sama terhadap data yang tersaji, perbedaan jeda waktu hanya tergantung dari kecepatan koneksi internet dari masing-masing pihak yang memantau.

 

Di Indonesia, market info disediakan oleh broker dan oleh beberapa provider independen.

 

Contoh broker yang menyediakan layanan market info diantaranya SP (Sarijaya gitu loh), HOTS, Samuel dan Phillips online. Contoh perusahaan independen: RTI, Stockwatch, IMQ.

 

Market information data feed:

 

 

BEI data feed server

Broker

Provider

 

Muncul pertanyaan mengapa provider bisa hidup, sementara akses ke data BEI terbuka. Jawabannya adalah karena pihak provider mampu  menyajikan data yang diolah secara sophisticated, bahkan para broker pun memerlukan data yang disajikan dengan sophisticated ini.

 

Tujuan dasar disediakannya Market Info adalah untuk memantau proses-proses berikut:

         Order entry (atau order list)

         Bid & Offer

         Order match (order done)

 

Yang juga bisa ditampilkan di market info: total index, value, volume, detail board & market type. Setiap market info dapat menyajikan variety dari sudut pandang yang berbeda.

 

 

Menengok ke belakang, sebelum diaplikasikan JATS (Jakarta Auto Trading System) di bursa efek , jalur suatu transaksi perdagangan lumayan panjang dan membuka peluang terjadinya kecurangan oleh pelaku pasar.

 

Jalur lama sebelum memakai JATS :

Investor → sales →dealer→floor traderstock market systemfloor traderdealersalesbaru balik lagi ke investor.

Peran dealer di jalur lama ini untuk memeriksa data sebelum menyampaikan order ke floor trader, termasuk data kecukupan dana di akun investor.

 

Jalur setelah diterapkannya JATS di bursa efek:

Investor → sales →dealersalesdealer→JATS→balik ke investor untuk order yang done

 

Pertanyaannya mengapa saat ini masih terlihat floor trader di bursa, jika perannya sudah tak ada. Menurut Al, karena banyak pengunjung (publik) yang tidak percaya bahwa bursa itu market beneran kalau tidak dipenuhi floor trader yang bersibuk ria di lantai bursa. Aneh tapi nyata, tapi katanya karena itulah mereka dipertahankan; untuk meramaikan fisik bursa.

 

Dalam On Line Trading (OLT) system, ada dua cara yang saat ini dipakai:

  1. OLT by user

Jalurnya: Investor investor databaseJATSinvestor database→ balik ke investor

  1. OLT by dealer

Jalurnya: Investor →dealer→investor database→JATS→investor database →dealer→balik ke investor

Peran dealer pada jalur OLT ini hanya membantu dalam menginput order saja.

 

Menurut Al, pelopor OLT di bursa kita adalah e-samuel, diikuti oleh Sarijaya dengan SPonline-nya, kemudian di posisi ketiga adalah e-trading dengan HOTS-nya.

 

Sebelum ada JATS, beberapa hal berikut bisa terjadi:

         Dealer dan sales bisa memainkan sekian poin harga bid/offer untuk keuntungan sendiri (dikorupsi) dari hak investor.

         Terjadi kesalahan dalam menginput instruksi transaksi (pure human error-bukan disengaja untuk merugikan investor). Misal,investor memberi instruksi buy tetapi yang , tapi terinput sell. Sekarang ini pada system OLT by user, maka resiko kesalahan input ini beralih pada pihak investor sendiri.

 

Catatan:

Mengenai adanya broker yang mengumbar automatic stop-loss, Al mengingatkan bahwa di bursa luar negeri memang ada fasilitas ini, tetapi peraturan di Indonesia saat ini masih melarang ‘titipan order’. Bapepam mengharuskan semua transaksi langsung diteruskan ke bursa untuk dieksekusi; tidak boleh ditahan dulu oleh broker untuk menunggu sampai ke target harga bid/offer tertentu.

 

Kembali ke tujuan dasar disediakannya Market Info, untuk memantau proses-proses Order entry (atau order list),Bid & Offer dan Order match, berikut rinciannya.

Order  entry

Berdasarkan UU, order entry disusun berdasarkan prioritas harga dan waktu.

Contoh sederhana instruksi buy yang akan disusun menjadi bid.

time

instruction

qtty (lot)

Price (Rp)

09.31.00

buy

500 lot

21,500

09.31.50

buy

600 lot

21,500

09.32.00

buy

50 lot

21,650

09.33.00

buy

60 lot

21,650

09.34.00

buy

100 lot

21,700

 

Order entry disusun dalam Bid/Offer sbb (contoh offer anggap saja datanya sudah jadi seperti ini):

BID

Prioritas dari segi harga

OFFER

Prioritas dari segi harga

100

21,700

21,750

100

110

21,650

21,800

500

1100

21,500

21,850

50

 

 

 

 

 

Perhatikan:

Untuk done order bid yang berjumlah 110 lot, yang akan tereksekusi lebih dahulu dari 110 lot ini adalah bid quantity 50 lot – berdasarkan prioritas waktu (antrian pkl 09.32.00), baru yang 60 lot (antrian pkl 09.33.00).

 

 

Yang harus diingat adalah, terlalu naif menganggap market info bisa digunakan untuk melihat arah pergerakan market, karena market maker (baca:bandar) memasang jebakan di sini. Investor harus dapat membaca apakah terjadi akumulasi atau distribusi oleh market maker, supaya tidak terjebak.

 

Accumulation & Distribution

*Pada tahap akumulasi, market maker akan tetap bertransaksi jual/beli, tetapi (dari total qtty) akan lebih banyak membeli dibanding menjual saham yang sama.

*Sebaliknya pada tahap distribusi, market maker akan menjual(total qtty) lebih banyak dibanding membeli saham yang sama.

 

Pada dua prosedur akumulasi dan distribusi itu, market maker akan selalu maintain proporsi antara cashflow (=cash reserve) dengan stock (=inventory).

Kepiawaian dalam menjaga proporsi cashflow dengan investory inilah yang membedakan mana market maker yang lebih pintar.

Bahkan market maker sekuritas A dapat menjatuhkan posisi market maker sekuritas B dengan memaksa sekuritas B melakukan cut loss atas saham tertentu, jika si sekuritas A ini mengetahui kelemahan posisi daripada MKBD sekuritas B.

MKBD merupakan kependekan dari Modal Kerja Bersih yang Disesuaikan, yaitu jaminan yang memastikan ketersediaan uang transaksi untuk transfer pada T+3, dimana seluruh transaksi buy dan sell dari sekuritas plus nasabahnya akan mengurangi ketersediaan angka MKBD tersebut.

 

Bagaimana cara mengetahui apakah market maker sebenarnya melakukan distribusi atau akumulasi? Salah satu cara paling simple adalah dengan menghitung dan membandingkan 5 top net seller dan 5 top net buyer dari saham tertentu pada setiap closing. Caranya, ambilah data 5 top buyer dan 5 top seller yang datanya diketahui segera setelah market ditutup pada hari bursa.

Kemudian analisa buy dan sell dari setiap nama yang berada di 5 besar tersebut. Jika misalnya market maker A berada di posisi satu  dari 5 top buyer dengan membeli 5000 lot saham X, tetapi  namanya juga muncul di posisi tiga dari 5 top seller hari itu dengan  melakukan transaksi sell sebanyak 7500 lot saham X; artinya market maker A ini melakukan net selling sebanyak 2500 lot saham X.

 

Juga hati-hati karena market maker tentu akan memecah jumlah lot yang ditransaksikan untuk menyamarkan prosedur akumulasi maupun distribusi itu.

 

Lebih jauh lagi, market maker A juga sangat mungkin bekerjasama dengan market maker B, untuk menjebak investor retail. Market maker sekuritas A dapat dengan mudah memindahkan saham ke sekuitas C dalam waktu 2 jam saja melalui mekanisme legal tertentu. Jadi, pesan Al, jangan terjebak dengan nama sekuritas yang bertransaksi. Tetaplah lihat nett selling/buying untuk membaca distribusi dan akumulasi. Bahkan proses akumulasi dan distribusi ini tidak hanya terjadi dalam satu hari, butuh pemantauan selama beberapa hari.

 

Market maker dapat melakukan distribusi, sementara harga saham tetap atau naik. Perlu dicatat bahwa yang dilakukan market maker adalah mengambil harga rata-rata. Kalau investor dapat mencari momentum dimana harga saham tetap atau naik, tetapi jumlahnya berkurang , bisa diartikan investor tersebut menemukan market maker sedang melakukan distribusi.

 

II. REPO; REPURCHASE CONTRACT

Repo adalah suatu bentuk kontrak pinjaman jangka pendek untuk menambah kapital/modal atau untuk memenuhi kebutuhan likuiditas/pinjaman dengan janji untuk membeli kembali jaminannya/kolateralnya.

 

Ciri-ciri Repo: (tubi kontinu kalau udah sempat,hehe)

  ***

Saat ini mostly kastamer2 lagi pada summer holiday , ditambah akhir minggu lalu HK kena badai sampe office regional terpaksa libur, dan sepertinya mereka masih sibuk kerjain hal urgent yg tertunda sampe cuma masuk  20-an email dari sana, hmmm..nganggur deh gw, cuma ada satu meeting sama supplier. Bosen bengong, dan capek cela-celaan sama Toti via email, saya buka inbox lama di folder berjudul Kumkum.

Ketawa2 sendiri baca betapa gokilnya kalau kita sedang tukar pikiran, berbagi stori menyedihkan, menyenangkan, dan harapan (baik maupun sesat). Dominasi tentang cerita nan tidak bermutu tapi tak juga berujung, berarakan di imel2 Kumkum & saya. Sebagian adalah bahan pembelajaran, sebagian bahan tertawaan. Sebagian tentang kebahagiaan, sebagian lagi tentang kekecewaan.

Telpon masuk sore-sore , K : “Gue nih, selamat pagi,bu…!” ,hmm..mother devil lagi nganggur juga rupanya.

N: “Ha, gw lagi ngetik imel buat lo. Ngapain nelpon? belum kelar nih, tapi gw send dulu deh” ; sebodo ah belum kelar, to be continue aja ntar dgn catatan kalau belum basi.

K:”Terserah lo , send ya send lah. Gua cuma mau curhat.  Stupid satu cari stupid dua” ; boro2 nanyain apa yg lagi saya tulis di imel,nggak sopan!

N: “Yak,stupid dua di sini. Eh, tadi kan..bla..bla..”; mukadimah dikit buat pamerin ‘kesuksesan’ kecil dalam rangka sweet revenge sama satu mahluk paling nyebelin sedunia saat ini.

K: “Kalau gw nih, bla..bla..bla…bla..bla…” ;nah,bener kan panjang ceritanya.

N: “iya,deeeh…”;” Iya,dong,…” “Iya,sih…”  *ngasih support*

K: “Jadi gw mesti gimana?” ; Hmmm, tumben Kum2 lupa ngomong kalimat andalannya ‘gw butuh nafas buatan,nih’ padahal kuping udah siap-siap denger kalimat langganan kalau dia lagi down gitu. Maklum, sudah berteman sejak kita masih jadi gadis2 berprinsip ‘love don’t cost a thing’ sampai bermetamorfosis jadi ibu2 rumah tangga matre (sama suami donk ah), sudah hapal deh sama gaya curhat Kum2.

Bisa diukur curhat stadium 1 sampai 4.  Sore ini, cuma curhatnya regular aja, nggak perlu keluar jurus2 penyelamatan tingkat tinggi. So, masih bisa saya becandain keruwetannya – plus manas2in biar tambah bete,hi..hi..hi..

Ya, gitu deh. Banyak yang mungkin ‘nggak penting’ kalau orang lain yg mendengar, tapi jadi penting kalau kita berdua lagi sharing. Cuz we know, pembicaraan ‘tak penting’ kita adalah suatu proses mencari refleksi dari sudut yang masing-masing nggak bisa lihat. Kalau tembok itu di depan mata Kum2, saya yg ngasih gambaran supaya dia ngerti di depannya itu tembok kayak gimana, ada jendela atau pintu dimana aja, gimana ukuran jendela & pintu2 itu supaya Kum2 bisa berhitung mana yg ukurannya memungkinkan buat lewat; tapi terserah Kum2 mau lewat pintu & jendela yg mana. Sebaliknya, begitu juga kalau giliran saya yg lagi nggak bisa melihat detail tembok didepan mata saya, Kum2 akan jelaskan buat saya. One thing for sure, kita selalu saling menyemangati untuk tidak menyerah hanya pada tembok yg belum kita mengerti gimana melewatinya.

Pembicaraan ditutup dengan, ngomongin resep brownies panggang terbarunya, “Jatah gw mana?”

K: “Ambil aja ke rumah, masih ada satu setengah loyang”

N:”Yee,emang beda RT doang. Kirimin,dong”

K:”Enak pokoknya. Kering di luar, moist di dalam. Gw pake cokelat yg nggak pasaran”

Rese, malah bikin ngiler. Saya cuma dikirimin foto brownies lekker-nya by imel tanpa janji kapan mau bikinin. Heran juga sama mother devil satu ini, kalau lihat orangnya nggak ada potongan jago masak; nggak Kitchen-face sama sekali (borosduit-face sih iya), tapi lihai bener menghasilkan masterpiece cake-cake cakep dan enak. Sementara gw bikin brownies kukus buat cemilan Ichad aja, udah mulai males. Cetakan poffertjes udah lama nganggur dilemari, essence almond andalan bikin puding almond udah minta dibuang saking lamanya nongkrong di kulkas, he..he…he.. Toko bahan kue? apaan tuuh, udah lupa😀

Kembali ke tank top, pembicaraan tak bermutu hari ini diakhiri dengan kegagalan saya mengingat kalimat cantik untuk menghibur my dear Kumkum yang lagi teringat sama lukahati peninggalan buaya tidak ganteng-nya .

Kum, saya cuma inget yg ini nih:

One day you will ask me: What is more important to you, me or your life?

I will say: my life. 

You will walk away from me without knowing that you are my life (anonim)

=====

Eh, kok keingetan foto2 pre-wed romantisnya mbak Anna Tanos sama Indra di Segarra – pantai Carnaval, Ancol.  Indah banget, dan yang paling indah adalah tatapan mata keduanya. Hu..hu..hu…, jadi sirik deh.

Live in each season as it passes; breath the air, drink the drink, taste the fruit.
Henry David Thoreau

***

 

1. Pandangan Pertama

Song by: RAN

Lamaku memendam rasa di dada
Mengagumi indahmu wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata
Bisuku diam terpesona
Dan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
Oh diriku tersipu malu
melihat sikapmu yang lucu

Dan andai suatu hari kau jadi miliki
Tak akan kulepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

Dan bila kita bersama
Kan kujaga dirimu untuk selamanya
Oh terima cintaku
ye ye ye

(Rap)

Kurasa ku t’lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa
Berhenti mengagumi dirinya

Oh tuhan tolonglah diriku
‘tuk membuatnya menjadi milikku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
She’s all that I need

 

 

 

 

2. Selamat Pagi

by: RAN

Kurasakan hangat indahnya sang mentari
membangunkanku dari tidur yang lelap ini
Sinarmu yang terang mulai memasuki mata
dan mengusirku dari alam mimpi
Dan kini kubergegas tuk segera siapkan diriku
tuk mulai menjalani hari ini
Tak sabar ku temui seluruh sahabat yang tersenyum
menyambut datangnya pagi ini
Dan kukatakan..

(Chorus)
Selamat pagi!!
Embun membasahi dunia dan mulai mengawali hari ini
Dan kukatakan:

Selamat pagi!!
Kicau burung bernyanyi dan kini ku siap tuk jalani hari ini.
Kini bergegaslah siapkan dirimu untuk memulai menjalani hari ini

(Chorus)

 

 

 

3. Auramu

by: RAN

 

Auramu..
Senyumanmu..
Yang selalu menggetarkan hati
Inginku menjadi milikmu
Kan kulakukan segalanya hanya untukmu

Kau lah yang aku ingin
Bukanlah perempuan yang lain
Izinkan ku memikat hatimu, sayang
Kan kuberikan segalanya padamu kasih, karena..

Engkaulah yang membuatku tersipu
Dan kaulah yang menghias hari-hariku
Jangan kau hapus mimpi-mimpiku ini
Bukalah pintu hatimu kepadaku, kasih

(Chorus)

Anytime you need me, baby I’ll be here for you
Because everytime I need you, you were always there for me
I’ll be loving you, oh baby every night and day, and baby..
Please let me be your one and only

Kuharap kau yakin
Akan kelebihan cintaku ini kasih
Kan kujaga dirimu, sayang itu pasti
Kan kukorbankan segalanya utnukmu kasih, karena..

Engkaulah yang membuatku tersipu
Dan kaulah yang menghias hari-hariku
Jangan kau hapus mimpi-mimpiku ini
Bukalah pintu hatimu kepadaku, kasih

 

You were born together you shall be forevermore
You shall be together when white of death scatter your days.
Yeah, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness, and let the winds of heavens dance between you.

Love one another but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other,s cup but drink not from one cup.
Give one another of your meal but eat not from the same loaf.
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone, even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.
Give your hearts, but not into each other,s keeping.
For only the hand of life can contain your hearts.

And stand together, yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart, and the oak tree and the cypress grow not in each other,s shadow. (Kahlil Gibran)
===
Hasil obrolan sama sobat bulukan saya, mamanya Luna, ternyata kita mulai bisa memaknai kutipan Kahil Gibran di atas seiring umur yang makin tua, ha ha ha
Thanks a lot juga buat kue ultah Ichad yang dibuat dengan sepenuh hati oleh mama Luna . HIks, jadi terharu.
Kapan ya, gw bisa bikin sendiri B’day cake keren untuk Ichad.

 “A bank is a place where they lend you an umbrella in fair weather and ask for it back when it begins to rain” (Robert Frost)

 

Sabtu, 12 Juli lalu, materi kupas emiten di WATR sesuai jadwal yang ditentukan pak Al adalah BMRI. Peserta yang hadir hanya 36 orang. Teman-temanku banyak yg tidak datang, tapi mas Pudjo datang, jadi kita duduk sebelahan sambil diskusi tentang BUMI yang menukik ke 6700-an dan prx target masing-masing.

 

Pendahuluan dari Al sekali lagi menekankan tentang pentingnya memahami suatu

emiten yang yang kita pilih untuk berinvestasi. Pak Al mengingatkan bahwa bullish period seperti yang terjadi di IDX kurun thn 2003-2007 -dan disebut sebagai The super boom bull cycle, mungkin tidak akan terjadi lagi dalam waktu dekat. Menurut histori bursa dunia, bull seperti itu hanya terjadi satu kali dalam periode 15-20 tahun. Tentu saja semua yg berinvestasi dalam periode bull bisa untung (dan semua analis bisa mengaku jadi dewa bursa) karena indeks market naik terus. Kenyataan bahwa market sesungguhnya jauh lebih banyak dalam kondisi sideways dibanding bullish, membuat  kemampuan stock pick menjadi penting untuk dimiliki.

 

Seorang member di milis BEI pernah menulis “Dalam kondisi pasang naik, semua kapal akan terangkat, baik kapal kecil maupun kapal besar, kecuali kapal yang bocor”

Nah, kalau dalam bull period saja ada saham yang tidak layak pilih, apalagi dalam sideways dan bear period.

 

Sesuai tujuan Al sharing dalam kupas emiten “Bagaimana memahami suatu emiten dan bagaimana cara trading emiten tersebut”, seperti biasa kita melakukan pendekatan valuasi dari data reliable yang dapat diperoleh investor retail yaitu dari Laporan Keuangan emiten yang ada di website resmi BEI.

 

Ada kejutan dari Al hari itu. Al menantang member WATR yang hadir (36 orang) untuk mengerjakan valuasi BMRI sebagai peer, dikumpulkan melalui email. Dan bagi yang mengerjakan peer, Al menyediakan reward berupa uang tunai sebesar Rp.3,600.000 (dasar hitungan seratus ribu rupiah dikali 36 member yg hadir) untuk dibagi kepada yang mampu mengerjakan dan menyerahkan peer ini. Alasan Al, supaya kita para muridnya benar-benar mau membaca dan mempelajari valuasi emiten. Memang pada kelas valuasi ASII yang lalu, Pak Al sepenuhnya menyiapkan materinya. Jadi, kali ini Al merasa harus menantang kami untuk ngubek data sendiri.

 

Wajah-wajah jiper bin cemas segera memenuhi ruangan, semula Al cuek dan meneruskan materi pembuka dalam bentuk diskusi, yaitu mengenali bisnis model BMRI. Setelah hampir setengah jam diskusi mengenai layanan bank dan profit/fee serta resiko dari setiap jenis layanan, mungkin Pak Al nggak tega melihat wajah-wajah masih tertekan karena beban peer, akhirnya Pak Al mencabut peer yang diberikan. Rona lega dan senyum bertebaran lagi di wajah para member. He..he..he…pemalas semua!

 

So, ini yg sempat saya catat.

 

Rekap diskusi model bisnis BMRI:

         menyimpan uang (tabungan, giro , deposito)- ada profit

         memberi pinjaman (KPR; kredit konsumsi – mobil, multiguna, credit card; kredit korporasi; kredit UMKM) – ada income dr profit, ada resiko macet/gagal bayar

         outlet mata uang asing – ada resiko kurs

         outlet reksadana (produk rd milik Mandiri investment management sendiri, milik MI lain, maupun rd off shore/asing) – ada income dari fee

         safe deposit box – ada income

         jasa remittance (pengiriman uang rupiah dan mata uang asing)- ada resiko selisih kurs dr mata uang asing

         guarantee note (L/C mata uang rupiah dan mata uang asing)

         outlet pembayaran billing (utility-telpon,listrik; pajak; leasing) – ada income

         atm (nasabah sendiri, kartu atm bank lain) – ada fee dari pengguna bank lain/atm bersama

Sebenarnya ada satu jasa lagi yang muncul dalam diskusi, yaitu jasa ‘wealth management’, tetapi digugurkan dengan asumsi bentuk jasa tersebut di bank mandiri masih mendompleng reksadana, dan menurut Al tidak sesuai kualifikasi wealth management sebenarnya seperti yang dilaksanakan oleh institusi semacan J.P Morgan, dsj.

 

Dari sini mulai masuk ke pembahasan mengenai laporan keuangan.

Laporan keuangan ada yang LK tahunan, dan ada LK yang per quarter. Laporan keuangan tahunan ada yang statusnya sudah diaudit dan ada yang belum diaudit. Laporan keuangan per quarter, misalnya sbb:

 

-LK Jan s.d Maret 2008, disebut 1Q08

Balance tahun 2008 dimulai dengan 0 (nol), saldo akhir adalah ending balance th 2007. Didalam 1Q08, ada ending balance 2007, ditambah mutasi-mutasi yang terjadi selama Jan-Mar 2008.

 

    -LK April s.d Juni 2008, disebut 2Q08

Di dalam 2Q08, ada ending balance 1Q08, ditambah mutasi-mutasi selama April-Jun 08.

 

  -LK Juli s.d Sept 2008, disebut 3Q08

Didalam 3Q08, ada ending balance 2Q08, ditambah mutasi-mutasi yang terjadi selama Juli-Sept 08.

                                                                                                                

 -Sedangkan, LK Okt s.d Dec 2008, disebut Annual Report 08.

 

Menurut Al, laporan keuangan Bank Mandiri 1Q08 memang relevansinya kurang untuk dianalisa di bulan Juli ini, namun karena 2Q08 belum keluar, 1Q08 tetap dipakai karena merupakan sumber analisa fundamental yang reliable (reliable dalam arti merupakan laporan keuangan yang resmi).

 

Dimulai dari daftar isi yg berisi Neraca konsolidasian, Laporan rugi laba konsolidasian, Laporan arus kas konsolidasian, dll. Pak Al menyarankan untuk selalu memulai analisa dari ‘Catatan-catatan’.

 

Mengetahui laporan keuangan ini terdiri dari lebih seratus empat  puluh halaman, seorang peserta mulai mengeluh. “Kalau tidak mau mempelajari laporan keuangan, jangan jadi investor” kata Al tegas.

 

Maka, dengan segala ketabahan para peserta mengikuti kupasan Al, yg meskipun sudah memilih halaman-halaman terpenting saja tetap saja bikin mata pegal. Pada bagian tertentu, Al menjelaskan pengertian dari kalimat yang tersurat di situ, atau menekankan mana poin yang harus dicermati dan mana yang boleh diabaikan. Sampai halaman 95, kami sudah mulai keteteran. Untung segera dibreak Al dgn lunch dan sesi kedua sudah lebih membahas rasio-rasio.

 

Pada intinya, gaya valuasi Al terhadap lap keu BMRI berbeda dengan gaya valuasi terhadap lapkeu ASII. Jika pada ASII, Al memakai Enterprising Value dengan mengupas ASII sbg suatu holding company dimana sales, growth, EV, prospek , serta asumsi penurunan profit dari setiap  anak perusahaan ASII menjadi bahasan utama, pada pendekatan BMRI Pak Al menekankan kami untuk mengerti mengenai surat-surat berharga yang menjadi asset BMRI serta bagaimana surat-surat berharga tersebut ditransaksikan, dan yang terpenting apa pengaruh transaksi surat berharga tadi terhadap pergerakan harga BMRI. Misalnya pengaruh penerbitan SUN dan Surat Obligasi oleh pemerintah, penurunan harga SUN di market sekunder, maupun transaksi REPO di antara lembaga keuangan.

 

Selain surat berharga, pihak mana yang menjadi penerima kredit BMRI juga dikupas.  Jika Bank Niaga , porsi kredit terbesarnya adalah KPR, maka Bank Mandiri porsi kredit terbesarnya adalah kredit korporasi yang mencapai 47% dari total kredit. Artinya, jika terjadi penurunan disektor industri, maka pengembalian pinjaman kalangan industri terhadap Bank Mandiri ini akan terganggu, dan tentu berpengaruh thp kinerja BMRI. Selain kredit korporasi, juga ada kredit yang diberikan kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa dengan BMRI, dalam hal ini adalah MenKeu (BMRI tidak berada di bawah BUMN, tetapi dibawah Menkeu).

 

Kemudian diringgung juga mengenai MSOP (saham yg diberikan kepada karyawan), dan hutang-piutang, dan sumber pinjaman yang diterima.

Pemberian MSOP akan memperbanyak jumlah lembar saham yg beredar – berpengaruh thp semakin besarnya nilai pembagi dalam menghitung EPS. Kalau hutang dasar analisanya adalah hutang jangka panjang akan selalu memberikan beban bunga yang lebih besar daripada hutang-hutang jangka pendek (ingat, pada hutang jangka panjang, ada resiko yg harus dikompensasi).

 

Menurut Pak Al, mencari fair value emiten bank lebih sulit dibanding emiten lain karena kompleksnya asset (semisal agunan) yang harus dideterminasi. Kalau pada valuasi ASII tanggal 14 Juni lalu, Al menggunakan rasio EV/EBITDA, kali ini kami hanya diajak membandingkan BV(book value) dan P/BV (price per book value). Kata Al, kurang pas memakai EV/EBITDA karena cashflow bank adalah cashflow pihak lain.

 

Untuk membandingkan BMRI dengan emiten yang setara, dilihat  P/BV dari BMRI, BBCA, dan BBRI (dimana saat ini market cap BMRI = 58, BBCA= 68, dan BBRI=67)

Berdasarkan closing prx terakhir, penutupan market per hari Jumat -11 Juli 08, diperoleh P/BV BMRI = 1,95X ; P/BV BBCA=3,24X, dan P/BV BBRI = 3,27X. Terlihat P/BV BMRI paling kecil diantara ketiganya.

 

Al juga mengajak kami membandingkan P/BV dari BMRI tahun 2007 dan tahun berjalan 2008, dan membuka chart BMRI.

 

Dari annual Oct-Dec ’07, diketahui BV BMRI = 1409,37

Harga closing tertinggi di periode Jan-Dec 07 , ada di 5 Feb 07 = 3450 , P/BVnya = 2,44X

Harga closing terendah di periode Jan-Dec 07, ada di 22 Jan 07 =2625, P/BVnya 1,86X

 

Sedangkan dari tahun berjalan 2008, data BV  terakhir diambil dari 1Q08, yaitu 1462 (angka BV ini diperoleh dari jumlah equity  per March 08 dibagi jumlah saham yang beredar per march 08).

Harga closing tertinggi di periode Jan- 11 July 08 , ada di 2 April 08 = 1150 , P/BVnya = 2,15X

Harga closing terendah di periode Jan-11 July 08, ada di 30 Jun 08 =2600, P/BVnya 1,8X

 

Dari sini Al menyarankan cara trading untuk BMRI, buy jika P/BV BMRI ada di angka 1,8X s.d 1,86X, dan sell kalau angka P/BV BMRI sudah mendekati P/BV 2,15X.

 

—000—

 

Duh, nggak janji deh kalau benar-benar mesti dikerjakan sbg peer. Jangankan saya yang buta ilmu ekonomi dan akuntansi, beberapa rekan yang kuliahnya ekonomi aja jiper ditantangin peer sama Al.

 

Tanggal 2 Aug nanti rencananya Al mau ajarin pendekatan saham Jasamarga-secara FA tentunya. Hmm, sayang saya bakal nggak bisa ikutan.

 

Untuk lewat tanggal 2 Aug, kami beramai-ramai usul nama emiten untuk dibahas. Woo, langsung deh pada keluar maruknya, ngasih daftar sebanyak mungkin untuk disusun pak Al.

 

   

Destiny is not a matter of chance; it is a matter of choice. It is not something to be waited for; but rather something to be achieved.
By W.J. Bryan

***

Sale barang branded!, Jakarta great sale 2008!, sale..sale..! ; begitu postingan teman-teman di milis BEI pada tanggal 3 Juli kemarin.  Tentu saja saya ikut belanja juga biarpun sedikit, BUMI come to mama….

Seharian itu sms dan email padat pertukaran info, pada belanja apa di harga berapa, berikut penyesalan dari beberapa yang lagi nggak siap modal belanja.  Money Management dan pertimbangan harakiri (cut lost) simpanan saham yg kurang aktif, ikutan jadi topik hangat. Tapi rata-rata sudah pada pintar dan memilih belanja untuk average down, atau bertahan di pinggir pasar nonton yg belanja (sambil menelan ludah) daripada berharakiri.

Hari ini masih rame diskon barang branded di bursa, dan tadi selepas office hour teman-teman pada ngumpul di Pacific Place untuk ngopi bareng sembari saling membesarkan hati tentunya. Lantaran masih disetrap kerjaan kantor, saya cuma bisa pantau by phone saja sama Novi , sist Cella, dan Pak RH. Mas Mul sama Pak Bambang katanya jadi ikutan ngopi-ngopi juga. Saya, ko Lim, Pak Jusran, dan Pak Wahjudi nggak bisa ikutan.  Aji sih baru balik  dinas dari YK (dinas sekalian kangen2an sama bos besar PortalReksadana), lagi tepar kecapean ‘kali secara belum lama baru balik hunting dr Padang juga.

Tinggal tunggu gelombang naik , mudah-mudahan minggu depan sudah bisa potong padi. Jaman susah begini, nggak bisa lama-lama nyimpan barang.

Btw, saya belum kerjain juga peer trading plan dari Pak Santo, sudah hampir 2 minggu nih, jadi nggak enak sama beliau. Janji pak, akan saya kerjakan .

If you can give your son or daughter only one gift, let it be enthusiasm.

Bruce Barton

*** 

Sekitar pertengahan Juni, Lia , marketing Femina group yg paling rajin ngingetin (nagih tepatnya) untuk memperpanjang langganan majalah Ayah Bunda & CC, dengan semangat mempromosikan akan diterbitkannya majalah bulanan untuk anak oleh Femina group. Namanya Playhouse Disney, karakter di dalamnya adalah karakter dari tayangan yg ada di saluran TV kabel Disney playhouse.

Karena Lia promo abis-abisan, akhirnya saya Ok untuk coba langganan selama 6 bulan dulu, diskonnya juga lagi lumayan, nyampe 35%.  Janji terbit perdana 1 Juli,katanya.

Ketika majalah perdana diantar ke rumah, sus-nya Ichad langsung laporan, majalahnya bagus. Pulang kerja langsung saya cek. Ternyata memang bagus. Kualitas kertas , tampilan gambar, dan kualitas cetakannya Ok untuk harga idr 20K per eksemplar (20K harga sebelum diskon).

Ukuran huruf yang besar-besar, colourful, dan sajiannya bilingual (Indo/English). Hampir tiap halaman adalah lembar aktivitas untuk anak dan pendamping baca. Karakter Disney seperti para anggota Little Einstein beserta si Rocketnya tidak asing buat anak saya, jadi si kecil cepat akrab dgn majalah ini. Jumlah halaman juga nggak pelit, kalo nggak salah 50 halaman, cukuplah untuk membuat sibuk Ichad sementara ini.

Rekomen deh berlangganan ini majalah, mudah-mudahan tetap terjaga mutu dan isinya. Edisi perdana ini juga belum dijejali iklan produk jajanan anak, jadi masih enak bacanya.

Cuma, buat yg tidak terlalu suka tampilan yg ramai, mesti siap capek mata melihat warna-warni tulisan/gambar berebut perhatian di tiap halaman. Apalagi edisi perdana ini didominasi warna merah, teriak banget kesannya, disengaja ‘kali supaya ditengok pembeli.